Teten: Reorganisasi Koperasi Pasar Cempaka Putih berjalan dengan baik

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengunjungi Koperasi Pasar Sentral Jakarta Cempaka Putih untuk menindaklanjuti permintaan restrukturisasi LPDB KUMKM. Kali ini, Menteri Teten juga mengulas aktivitas bisnis para pedagang saat pandemi Covid-19.

“Kami sudah memastikan efektif atau tidaknya rencana restrukturisasi pembiayaan koperasi. Alhamdulillah sangat bagus. Teten mengatakan,“ Bank Coppas Cempaka Putih sangat penting untuk menyediakan saluran pembiayaan bagi usaha kecil menengah dan pedagang pasar. Kita tahu ini adalah perekonomian masyarakat. Foundation, dan masih bisa bertahan. Kata Teten, Kamis (11/6/2020), Ketua dan Direktur Garuda: Penerbangan terhenti dan kegiatan ekonomi tersendat.Menurutnya, Koperasi Pasar Cempaka Putih merupakan salah satu mitra LPDB-KUMKM. Dampak pandemi Covid-19. 60% anggotanya adalah pedagang PD Pasar Jaya Cempaka Putih yang mengalami kendala keuangan, sehingga gagal bayar pinjaman. Minta reorganisasi LPDB-KUMKM — “Kami berharap rencana reorganisasi bisa Selesaikan masalah mobilitas koperasi. Koppas Cempaka Putih adalah satu dari 40 koperasi yang akan mendapat fasilitas restrukturisasi LPDB-KUMKM, “kata Teten.

Baca: Diumumkan! Trio mantan pejabat Jiwasraya akan terima mobil mewah dan perjalanan ke luar negeri

dia Ia menambahkan, karena LPDB-KUMKM juga telah menerima permintaan restrukturisasi dari koperasi yang baru saja menerima pinjaman dari dana bergulir, angka ini kemungkinan besar akan bertambah.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menjelaskan bahwa penambahan modal kerja PEN Rencana alokasi dengan nilai total Rp1 triliun sama dengan metode pinjaman / pembiayaan umum.

Setiap koperasi yang memenuhi syarat dapat langsung mengajukan permohonan ke LPDB-KUMKM untuk menjamin suku bunga yang lebih rendah .— – “Untuk PEN, kami sedang bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk menyusun pedoman teknis. Supomo mengatakan: “Dari segi kebijakan, hanya Rs 1 triliun yang belum dibayarkan, jadi LPDB belum masuk dalam LPDB, tapi LPDB siap merespon kebutuhan koperasi kapan saja.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *