Beginilah cara Kementerian Pertanian memenuhi kebutuhan pupuk kimia petani

Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani. Yasin Limpo mengatakan, pihaknya mengatur secara ketat pendistribusian pupuk bersubsidi, dan subsidi setelah subsidi disesuaikan secara elektronik oleh kelompok advokasi (eRDKK) yang diselenggarakan oleh petani. -Membaca: Petani Keluhkan Minimnya Pupuk di Pasar, Begini Penjelasan Pupuk BUMN-Bacaan: Minimnya Pupuk Bersubsidi di Pasar, Petani Teriak- “Lewat penyaluran pupuk bersubsidi kita sebut eRDKK, yaitu Data dihimpun oleh poktan dan setelah serangkaian langkah verifikasi ditetapkan sebagai penerima manfaat pupuk bersubsidi, ”kata Menteri Pertanian dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020). -Dia berkata: “Kami sedang membuat regulasi yang ketat untuk mendistribusikan pupuk dengan baik.” Menteri Pertanian Syahrul menambahkan ubsidi, Kementerian Pertanian saat ini sedang berupaya meningkatkan anggaran untuk subsidi pupuk.

“Saat ini kami sedang melaksanakan prosedur administrasi. Kami sedang bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan ini secepatnya,” tambah Syahrul.

Di saat yang sama, Sarwo Edhy, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, menjelaskan, sebenarnya alokasi pupuk bersubsidi sudah terserap hampir 100%.

“Misalnya, menurut Salvo Eddie, menurut data kami, pupuk urea yang diusulkan dalam eRDKK adalah 18.827 ton, dan pemerintah telah mengalokasikan 10.000 ton. Saat ini telah dialokasikan 9.864 ton atau 98,64%

Jika jenis pupuk tertentu kekurangan pasokan, Sarwo Edhy menyarankan petani untuk sementara menggunakan jenis pupuk lain. Pupuk yang masih banyak digunakan. Sambungnya .

Untuk melindungi petani, target subsidi pupuk kimia sudah Petani yang tergabung dalam organisasi petani 10/2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *