Menteri Keuangan mengancam bahwa jika donasi dibatalkan, BPJS Health akan menarik 13,5 triliun rupiah darinya.

TRIBUNNEWS.COM-Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi permintaan anggota DPR pada pertemuan bersama untuk membatalkan kontribusi peserta non-penggajian (PBPU) atau peserta independen BPJS Kesehatan.

Menteri mengatakan partainya bisa mundur. 13,5 triliun rupee dana disuntikkan ke BPJS Health untuk membayar kontribusi peserta kepada penerima manfaat dari pemerintah pusat dan daerah, dari 23.500 rupee menjadi 42.000 rupee. Selain itu, menteri juga menyesuaikan kelas pekerja TNI, POLRI dan ASN Biaya (pemerintah PPU), biaya ini ditanggung pemerintah, tarifnya 5% dari gaji bersih, dari 8 juta rupee hingga 12 juta rupee.

Alasannya adalah bahwa BPJS Kesehatan berada dalam posisi keuangan dengan defisit 32 triliun rupee. Pada 2019 .

“Jika saya meminta untuk membatalkan Perpres, saya akan menarik Menteri Keuangan yang telah mentransfer 13,5 miliar rupiah,” Sri Mulyani menjelaskan kepada anggota Republik Demokratik Jakarta pada hari Selasa Say ((2011/02/18).

Baca: 10 kebiasaan buruk yang mempromosikan penyebaran korona dan virus lainnya

Baca: Penggemar Persebaya dan Arema, Porri dan Peringatan TNI yang menyebar di Stadion Supriyadi Konflik-Sri Mulyani mengatakan bahwa ketika memberikan jaminan sosial untuk masyarakat, pemerintah juga harus memperhatikan situasi keuangan negara.Selain itu, jaminan sosial harus terus diberikan, terutama dalam hal kesehatan.

tetapi Sebagai organisasi yang menyediakan layanan ini, BPJS Kesehatan sebenarnya telah mengalami defisit sejak 2014.

“Sejak implementasi rencana jaminan sosial pada 2014, BPJS terus mengalami” tren yang meningkat setiap tahun. Karena fakta, semuanya Keduanya harus diakui. Pada 2014, defisitnya Rp9 triliun, lalu disuntikkan Rp5 triliun. Pada 2016, berkurang Rp6 triliun dan disuntikkan Rp6 triliun, “katanya. Lagi di 2017 Peningkatan 13 triliun rupee, dan 19 triliun rupee pada 2018.

Mantan direktur pengelola Bank Dunia mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini, BPJS Health tidak dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar mitranya (yaitu rumah sakit).

Meskipun banyak rumah sakit dalam situasi yang sulit.

“Sistem BPJS kami tidak dapat memenuhi kewajibannya sehubungan dengan kewajiban pembayaran. Saya menyebutkan upah maksimum BPJS 15 hari. Namun,” banyak kewajiban BPJS Kesehatan Bayar lebih dari satu tahun, “kata Sri Mulyani.

” Banyak rumah sakit dalam situasi yang sangat sulit, “katanya.

Artikel ini diterbitkan di Kompas. Judulnya adalah” Jika donasi dibatalkan, Sri Mulyani mengancam Untuk menarik 13,5 miliar rupiah dari BPJS Kesehatan “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *