Oleh karena itu, Menteri ESDM meyakinkan perlunya transisi energi

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan perlunya percepatan transisi energi ke Menjaga fleksibilitas dan kemandirian nasional. Energi masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, yang sebagian masih disubsidi oleh impor. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Baca juga: Wamen BUMN Ungkap Sektor Energi yang Paling Terpengaruh Pandemi Covid-19- “Energi Migas Masih Cukup Besar, Tapi Sumber Energi Ini Belum Dikonversi Sepenuhnya ke Dangan,” jelasnya. — -Sisa cadangan minyak Indonesia adalah 3,77 miliar barel, terhitung 0,2% dari cadangan dunia, cadangan gas alam bahkan lebih baik, pada 77 triliun kaki kubik, menyumbang 1,05% dari cadangan dunia, dan 37,6 miliar ton batu bara.

Harap juga Lihat juga: Menteri Luar Negeri Indonesia: Tiga perusahaan Inggris berniat berinvestasi di sektor energi Indonesia-Arifin menjelaskan, dengan asumsi tidak ditemukan bahan bakar fosil baru, minyak akan habis dalam waktu sembilan hari.

“Gas Alam dalam keterangannya. : “Batubara akan habis dalam 22 tahun, dan batubara akan habis dalam 65 tahun.”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengingatkan bahwa untuk memastikan ketahanan energi masa depan negara, transisi energi mutlak diperlukan. — “Kami sebenarnya masih memiliki banyak energi yang belum berkembang. Eksplorasi skala besar merupakan tantangan masa depan kami,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *