Pandemi, BRI optimistis target KUR tahun ini bisa tercapai

Reporter Tribunnews.com Laporan Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari mengaku optimistis bisa mencapai target masyarakat menerbitkan Kredit Usaha (KUR) di Covid tahun ini. -19 pandemi.

“Selama lima bulan pandemi ini, Bank BRI mengalokasikan KUR sebesar Rp 56 triliun, dengan target Rp 120 triliun. Kami optimistis KUR bisa dialokasikan seluruhnya pada akhir tahun ini,” Supa Supari kepada Kantor Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah, Senin (6/7/2020).

Tidak hanya fokus pada KUR, Bank BRI juga merumuskan langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan peserta UMKM dan melaksanakan rencana PEN, serta terus memberikan pinjaman UMKM.

Bagi Supari, saat kegiatan ekonomi masyarakat kembali tegang, UMKM perlu mendapatkan dukungan pendanaan baru.

Baca: BRI Serahkan Alih Pengetahuan untuk Bidang-bidang Berikut: Bukopin

Bacaan: Dengan menggandeng Google Cloud, BRI kian Rumit dalam hal pemberdayaan UMKM

Baca: Kampanye Pakai Masker, Bank BRI Mendukung kegiatan ekonomi di pasar tradisional- “Semua kebijakan PEN akan kami terapkan. Salah satunya subsidi bunga yang memperpanjang umur perusahaan UMKM,” kata Supari-sistem penjaminan juga akan digunakan ke depan untuk mempercepat akuisisi perusahaan milik perusahaan. UMKM .

“BIS World Bank akan terus mendukung dan memberdayakan UMKM. Bahkan, saat nasabah mengubah bisnisnya dari offline menjadi online guna meningkatkan efisiensi,” jelas Supari.

Supari yakin langkah BRI ke depan akan lebih cepat dalam proses ini. Mempercepat implementasi kebijakan PEN.

Supari menambahkan: “Dari Mei hingga Juni 2020, kami telah menyelamatkan 2,7 juta UMKM, dengan nilai kredit Rp 110 triliun.”

Meski telah bekerja sama dengan Menteri UKM, Larry Profesor Drudan mengatakan, sejauh ini baru empat bank yang mengajukan permohonan dana penyelamatan. Rencana PEN jurusan UMKM.

Keempat bank tersebut antara lain BRI, BNI, Mandiri dan BPD Kaltimtara.

“Sebagai kekuatan pengguna anggaran (KPA), kami terus mendorong Bank Pipa KUR untuk segera mengambil tindakan. Tuntutan terhadap pemerintah,” kata Profesor Raleigh.

Alasannya adalah jika klaim tidak diajukan, pembayaran biaya yang dikeluarkan pemerintah oleh bank saluran akan ditunda. Oleh karena itu, berbagai kementerian dan lembaga (K / L) telah mempercepat realisasi dan pengeluaran dana khusus KUMKM PEN, dan dana khusus tetap sebesar Rp 123,46 miliar, pungkas Profesor Rully.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *