Melalui transformasi digital terdepan, keuntungan Bank Amar akan berlipat empat

Laporan reporter Tribunnews, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT Bank Amar Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp 61 miliar pada 2019, naik empat kali lipat dari 2018. Aset juga meningkat signifikan, mencapai Rp3,4. Vishal Tulsian, CEO Amar Bank, mengatakan sepanjang 2019 akibat kekurangan likuiditas, bisnis Amar Bank mencapai pertumbuhan positif dan berkinerja baik, dibandingkan dengan Rp 1,8 miliar pada 2018. Meningkat 85,9%. -Vishal Tulsian mengatakan dalam siaran persnya pada Rabu (3 Juni 2020): “Kinerja ini terutama disebabkan oleh transformasi digital produk Tunaiku yang diterapkan oleh Amar Bank dan peningkatan pemenuhan pinjaman Tunaiku.” -Saat ini, Amar Bank Perusahaan akan lebih fokus pada komitmennya pada inklusi keuangan dengan memberikan layanan kepada nasabah UMKM. Misalnya, kredit yang diberikan kepada UMKM menyumbang 31,82% dari total kredit di tahun 2019, dan hanya meningkat 14,96% di tahun 2018. — Baca: Persyaratan Garuda Penyesuaian kembali harga tiket pesawat-ini untuk mendukung Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) mendorong strategi usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan taraf kelas dan meningkatkan daya saing UMKM.

Baca: Lion Air Group Berhenti Terbang, Biaya Tes PCR Lebih Mahal Dibanding Beli Tiket Pesawat

Secara keseluruhan, Tunaiku, produk andalan Amar Bank dan pelopor financial technology, berhasil mencatatkan kenaikan pinjaman 100% di tahun 2019 atau Lebih dari 2 triliun dolar. Rp, khusus untuk sektor korporasi yang sebelumnya terlayani oleh perbankan.

Baca: Semua BMW Seri 4 Coupes baru memiliki semua interior dan eksterior pada malam debutnya – Amar Bank tetap menjadi bank yang kokoh dan sehat. Hal tersebut berdasarkan penilaian rasio kecukupan modal (CAR) yang mencapai level 55,65%, jauh lebih tinggi dibandingkan rasio kecukupan modal bank umum tradisional (23,40%) pada Desember 2019. -Membaca: Token listrik Rp 1 APL lewat dalam dua hari, petugas PLN Gigi: bermasalah, ini Snap Mulu. . .

Rasio kecukupan modal menunjukkan bahwa Bank Amar memiliki permodalan yang kuat untuk mendukung perluasan kegiatan bisnis bank dan transformasi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *