Pelaku bisnis mengeluhkan kurangnya pemotongan pajak, dan Apindo meminta pemerintah daerah untuk mengadopsi peraturan yang lebih agresif

Reporter Tribunnews.com Vincentius Jyestha melaporkan-Direktur Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jakarta (JBARTA) Sutrisno Iwantono mengimbau pemerintah daerah untuk mengembangkan regulasi bisnis yang lebih agresif bagi pelaku bisnis yang terkena pandemi Covid. 19.

“Menurut saya yang terpenting adalah bagaimana sektor fisik dapat membuat pengawasan lapangan lebih aktif. Ini tidak primitif seperti biasanya, tetapi dalam banyak kasus, kami meminta pemerintah daerah untuk lebih terlibat.” Bantulah upaya ini, Sutrisno dalam seminar peluncuran TribunKaltara.com dan webinar “Promosikan Pembangunan Ekonomi dalam Pandemi Covid-19”, Jumat (18/9/2020).

Permintaan Sutrisno mengacu pada pengaduan. Kawasan ini sudah sampai ke keluhan Apindo. Khususnya perpajakan bagi pedagang. Bahkan hotel dan restoran termasuk industri yang paling terdampak pandemi.

Baca: Apindo: Bandingkan dengan Jepang, Amerika Serikat dan Thailand, Indonesia Langkah-langkah stimulus untuk menangani pandemi relatif lemah- “Begitulah cara pemerintah daerah terus mengejar 10% kemarin. Dia menjelaskan, kami meminta masyarakat untuk sedikit bersantai, karena hotel dan restoran inilah yang paling terpengaruh. mengeluh. -Dia juga menyerukan untuk tidak menaikkan pajak ini dalam kondisi sulit seperti hari ini.

“Kita tahu bahwa masyarakat setempat juga butuh penghasilan, tapi apa yang harus kita lakukan? Apakah kita bersedia membayar? Dalam satu kasus, misalnya, restoran tutup dan hotel tutup. Tapi klaim terus meningkat, misalnya. Di sinilah kita berada Yang diperlukan selama relaksasi, ada juga pajak properti dan bagian lainnya, ”kata Sutrisno. Santai juga. Selain itu, pemerintah pusat berupaya melonggarkan ketentuan tersebut melalui UU Komprehensif. Melonggarkan undang-undang komprehensif, kita tahu bahwa ada miliaran izin di daerah tersebut. Tentu harus sebelum itu, jadi kalau bisa hukum yang komprehensif di daerah akan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *