Pembahasan RUU komprehensif sektor keuangan saat pandemi dinilai tidak tepat

Reporter Tribunnews.com Vincentius Jyestha melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan sedang merumuskan RUU tentang pengembangan dan penguatan industri keuangan atau undang-undang komprehensif untuk industri keuangan. Pengaturan ini merupakan bagian dari kegiatan strategis lembaga kebijakan fiskal pada tahun 2021.

Dalam berbagai artikel berita yang diberitakan media, Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa pengembangan dan penguatan sektor keuangan menjadi salah satu faktor yang dapat mencapai tujuan tersebut. Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Kementerian Keuangan, RUU tersebut dimaksudkan untuk mendukung pendalaman sektor keuangan dan membuatnya selaras dengan pembangunan global dan nasional. Tidak tepat mengambil tindakan pemerintah selama pandemi. Karena dalam praktiknya, ketidakpastian ini akan menambah ketidakpastian pelaku sektor keuangan (perusahaan). Utamakan kapasitas, “kata Anis dalam keterangannya, Kamis (17/9/2020).” Ke depan apakah industri keuangan akan membaik. Karena orang menganggap hal ini mungkin berdampak negatif pada kepercayaan investor dan pelaku ekonomi. -Anis berpidato saat mengamandemen UU Perbankan Indonesia, mengkhawatirkan dampaknya terhadap penurunan kepercayaan investor asing. Hal tersebut menurutnya dapat dibuktikan dengan depresiasi modal asing di pasar modal.

“Jangan sampai UU Konsolidasi Keuangan mendapat respon negatif.”

Di sisi lain, tudingan Anis terhadap sejumlah kalangan menyebutkan bahwa UU komprehensif di bidang keuangan bertujuan untuk mengalihkan pengawasan perbankan dari OJK Kepada BI.

Anis mempertanyakan niat pemerintah menggunakan istilah “legal sintesis” dalam RUU yang disusun Departemen Hukum. Secara finansial, apakah dia hanya ingin mendapatkan jalan pintas dengan membongkar pasang artikel dan paragraf atau mengoreksi sulaman? “Kalau memang ingin melakukan amandemen, kenapa tidak membahas masing-masing undang-undang secara mendalam?” Tanyanya.

Politisi PKS juga mencontohkan sikap pemerintah saat pandemi Covid-19. Dia menyimpulkan: “Jika kita menghadapi pandemi seperti ini, pemerintah harus lebih pintar dan tidak membuat keributan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *