Penerbit dapat memperpanjang batas waktu penyampaian laporan keuangan Mengapa?

Wartawan Tribunnews.com Yanuar Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melonggarkan kewajiban emiten atau emiten dan emiten dalam Peraturan Bursa Efek. Sekretaris Jenderal Yulianto Aji Sadono mengatakan hal ini sebagai upaya untuk mendukung penerapan langkah-langkah adaptasi kebiasaan baru agar pelaku usaha dan masyarakat tetap produktif dan terlindungi dari Covid-19. Penyebarluasan

Bagian dari longgar kebijakan termasuk memperpanjang batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan, laporan tahunan dan laporan keuangan triwulan pertama.

“Perpanjangan batas waktu emiten dan emiten melalui SPE-IDXnet, dua bulan dari batas waktu penyampaian laporan sebagaimana diatur dalam Peraturan Tata Niaga Devisa,” kata dia dalam keterangannya tadi malam.

Selain itu, batas waktu penyampaian laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan triwulan ketiga telah diperpanjang. Nama perusahaan dan emiten yang dimaksud adalah SPE-IDXnet, yaitu satu bulan setelah batas waktu penyampaian laporan sebagaimana diatur dalam aturan perdagangan.

Baca juga: Saham emiten sangat stabil setelah perdagangan dilanjutkan – Yulianto menjelaskan terkait dengan perpanjangan batas waktu yang diharapkan, BEI telah menyesuaikan aturan pemberian peringkat “L” khusus pada emiten.

“Laporan harus disampaikan sesuai dengan ketentuan penyampaian laporan terkait, dan ketentuan tersebut harus diberlakukan kepada emiten dan emiten secepatnya. Memang ada regulasi bagi emiten dan emiten yang mewajibkan penyampaian laporan lebih awal dari waktu yang ditetapkan bursa. , “Kata Julianto. — Adpaun, Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia: 15 Oktober 2020 Kep-00089 / BEI / 10-2020, relaksasi laporan batas waktu penyampaian laporan keuangan dan laporan tahunan adalah 15 Oktober 2020 Berlaku di hari yang sama hingga batas waktu yang akan ditentukan nanti. Dia mengatakan: “Laporan keuangan kuartal pertama, laporan keuangan tengah tahunan dan laporan tahunan dinyatakan tidak valid.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *