Menteri Sosial harus mendukung gagasan melindungi anak dari merokok

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Sekretaris Jenderal Gerakan Hati Nurani Nusantara (GANN) Varhan Abdul Aziz (Varhan Abdul Aziz) menyatakan bahwa Menteri Sosial Juliari P Batubara (Juliari P Batubara) harus mendukung pencegahan. Ide anak-anak merokok. Varhan mengatakan dalam keterangannya, Rabu (22/7/2020), “Pandangan ini harus ditransformasikan menjadi olahraga. Harus nasional dan mendunia. Tujuannya agar 100% anak Indonesia berhenti merokok.”

Varhan mengatakan kemungkinan anak-anak akan dilarang membeli rokok. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) 20 November 1989, Bagian 1, Pasal 1.

Anak berarti siapa saja yang berusia di bawah 18 tahun.

Indonesia juga memiliki definisi yang sama, sehingga anak usia 18 tahun dilarang membeli rokok dimanapun dan kapanpun.

Bacaan: YLKI menyebut iklan rokok harus benar-benar dilarang

Ini menyampaikan bahwa untuk mendobrak gerakan ini dan membuatnya efektif, harus ada aturan tindakan untuk pelanggaran (tip). ), yang akan menghukum orang tua anak, penjual rokok dan anak itu sendiri.

“Hukuman untuk Bagian 1 dan Bagian 2 boleh denda. Untuk anak, konseling dapat diberikan di Dinas Sosial / lembaga sosial terkait yang ditunjuk sesuai rentang usia anak. Misalnya, di, Anak-anak usia sekolah menengah juga bisa dikenai sanksi pekerjaan sosial, ā€¯jelasnya. -Varhan menekankan bahwa hukuman ini untuk menunjukkan rasa takut, pencegahan, dan keengganan untuk mengulangi ketiga aspek tersebut.

Peran polisi di sini akan menjadi lembaga kepolisian yang penting, dan polisi harus siap mengawasi rokok anak-anak. Suplemen utama untuk tugas patroli harian.

Baca: Partikel aerosol Covid-19 menyebar di udara seperti asap rokok, efektifkah menggunakan masker?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *