Indosat meluncurkan solusi smart city, hybrid cloud, dan big data untuk meningkatkan kinerja pemerintah

Reporter Tribunnews.com Lita Febriani melaporkan dari Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Saat pandemi Covid-19, seluruh pemerintah daerah mendesak untuk memfokuskan kembali anggarannya karena sebagian besar anggaran digunakan untuk mengelola Covid-19. — Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, Indosat Ooredoo sebagai perusahaan telekomunikasi digital di Indonesia melalui bisnis Indosat Ooredoo mengusulkan solusi smart city, hybrid cloud dan big data.

Bekerjasama dengan Qlue, solusi smart city akan memungkinkan pemerintah untuk memantau aktivitas dan aktivitas masyarakat Indonesia terkait perjanjian kesehatan Covid-19 di kota, seperti membutuhkan masker, memeriksa suhu tubuh, meningkatkan kemampuan pemantauan, dan menggunakan transportasi Untuk menghindari virus Covid-19.

Direktur Bisnis Indosat Ooredoo Bayu Hanantasena mengatakan Indosat Ooredoo terus bekerja keras bahu-membahu dengan masyarakat dan pelaku ekonomi di Indonesia, di tengah pandemi Covid-19 saat ini sedang menghadapi situasi yang sulit.

Baca: Indosat Ooredoo Gandeng Ericcson dan Huawei Luncurkan Model Operasi Digital Terbaru

Baca: Indosat Ooredoo Salurkan Uang Tunai Rp 1,25 Miliar atas Nama Tim Sales dan Support Energi

“Untuk alasan ini, kami sangat senang bekerja sama dengan Qlue dan Alibaba Cloud untuk menampilkan solusi kota pintar, cloud hybrid, dan big data. Kami berharap solusi ini dapat membantu pelanggan pemerintah mengelola perlengkapan pemerintah secara lebih efektif dan efektif.” Bayu pada tahun 2020 Dalam seri webinar Connex pada hari Kamis, 16 Juli.

Hybrid cloud adalah solusi infrastruktur TIK yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pemrosesan dan manajemen – misalnya, adanya pemrosesan data terpusat di kota akan mendorong analisis data (analisis data) yang bertujuan untuk mencapai tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini Intelligence (AI) untuk mempercepat pengumpulan kepu tusan.

“Solusi hybrid cloud ini juga bisa diintegrasikan dengan pusat data yang sudah dimiliki pemerintah kota, sehingga bisa diintegrasikan dengan data, serta analisis data yang akurat dan AI (artificial intelligence) bisa diselesaikan,” ujar Bayu. -Selain itu, pemerintah kota dapat menggunakan teknologi big data untuk mengambil keputusan dengan cepat dan akurat.

“Penggunaan teknologi ini akan membantu proses analisis data, seperti arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi di kota-kota,” kata Bayu:

Solusi kota pintar memungkinkan koordinasi dan kolaborasi digital melalui penggunaan aplikasi Pemerintah kota dan perusahaan menghemat biaya operasional.

Meskipun cloud hybrid dapat menjadi solusi kota untuk mengimplementasikan pusat data terintegrasi di mana saja, kantor atau institusi terhubung ke infrastruktur TI yang fleksibel, efisien, dan cepat melalui cloud hybrid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *