Gojek menanggapi dengan tegas tuduhan pemecatan yang melanggar undang-undang ketenagakerjaan

Reporter Tribunnews.com melaporkan bahwa Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Penyedia layanan On-demand Gojek menanggapi tuduhan pemecatan (PHK) 430 karyawan yang melanggar taktik Nomor 13 Tahun 2003-Pekerjaan (UU Ketenagakerjaan) .

Nila Marita, Head of Corporate Affairs Gojek, menuturkan PHK yang dilakukan pihaknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. -Membaca: Co-CEO Gojek mengungkapkan alasan pemberian pelatihan gratis melalui surat kepada perusahaan. Mitra GoLife-Baca: Dari Penata Rias hingga Masak, Ini Pelatihan yang Disediakan Gojek Kepada Mitra GoLife- “Soal Isi Email Co-CEO Gojek Penjelasan Pembayaran Pesangon, Bisa Bilang Ini Dalam email tersebut Nila mengatakan dalam keterangan persnya, Sabtu (27/6/2020): “Secara global, untuk seluruh karyawan di negara tempat Gojek beroperasi. Dan perubahan di perusahaan. ahaan mengadakan 16 pertemuan dengan karyawan (balai kota).

“Kemudian setiap karyawan cncerné juga melakukan tatap muka dengan atasan masing-masing dan perwakilan pengembangan sumber daya manusia,” jelas Nila.

Ia menambahkan bahwa pesangon tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku di setiap negara, termasuk Indonesia.

“Selain pesangon berdasarkan UU Ketenagakerjaan, mereka yang keluar dari perusahaan juga bisa mendapatkan bantuan lain dari Gojek, termasuk asuransi kesehatan, peralatan kerja, bantuan dan tunjangan transisi karir. Seperti yang tertera dalam pemberitahuan karyawan,” Nila menjelaskan lagi.

Nila mengatakan bahwa PHK tidak mudah bagi Goyek.

Dia bilang Goyek sudah melakukan yang terbaik. Mendukung karyawan dengan lebih baik sehingga mereka dapat melanjutkan jalur karir mereka. meneruskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *