BRI belum mau mengomentari permintaan bantuan teknis dari Bukopin

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BBRI) selaku pemegang saham RUPS PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) untuk memberikan bantuan teknis (technical assistance).

Demikian disampaikan OJK dalam surat kepada Direktur Utama BRI Sunarso pada 11 Juni 2020. , PT Bosowa Corporindo dan Kopelindo.

Baca: OJK Klaim Bank Kookmin Belum Atasi Kesulitan Likuiditas Bukopin – Begitu dikonfirmasi, Direktur Hubungan Kelembagaan BIS Agus Noorsanto tak mau berkomentar banyak. — “Untuk ini sebaiknya konfirmasi ke OJK, saat ini saya sedang tidak di kantor, dan saya belum tahu perkembangannya,” ujarnya di Kontan.co.id, Selasa, 16 Juni. Peningkatan modal bank.

Selain itu, Bank untuk Penyelesaian Internasional dan bekas Bank Nasional Indonesia Bank Indonesia (BBNI) juga ikut serta dalam situasi kisruh penerbitan bank, karena jika tidak, banyak bank umum yang akan dibebaskan dari Kookmin dan Boso Bosowa dibatalkan. Organisasi kultus, dan melebihi tenggat waktu yang ditetapkan oleh Kementerian Kehakiman Jepang.

“KMT telah menginvestasikan 200 juta dolar AS. Selain itu, Bank Bukopin akan segera menyelenggarakan RUPS dan RUPSLB untuk membahas keputusan Kookmin Bank menjadi pemegang saham utama Bukopin dengan harga 51% atau lebih.” Anto pada 15 Juni Tunjukkan pada hari Senin.

Sebelumnya, Komisaris Bosowa Erwin Aksa mengatakan bahwa Bosowa telah menempatkan 239 miliar rupee, di mana 193 rupee ditempatkan di rekening holding rights issue, dan 46 miliar rupee ditempatkan di rekening bisnis bank Bukopin. Persyaratan dukungan teknis Bukopin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *