Luhut mengaku sebagai penggagas UU Cipta Kerja Komprehensif dan diundang Mahfud MD dan Sofyan Djalil untuk berdiskusi.

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Departemen Koordinasi Penanaman Modal dan Kemaritiman menyatakan, sistem hukum yang terintegrasi merupakan penyederhanaan regulasi yang tumpang tindih agar lebih produktif dan efisien. -Menanam Modal di Luhut Binsar Pandjaitan diakuinya adalah pendiri hukum komprehensif yang termasuk dalam undang-undang penciptaan lapangan kerja. Dia mengatakan dalam webinar pada Rabu (21 Oktober 2020): “Urusan keamanan dan keselamatan pada saat itu sangat berantakan. Saya tumpang tindih atau menutup telepon, jadi kami tidak dapat bekerja dengan baik.” Luhut Was-the first from Covid-19 Gelombang kedua, mengingatkan para menteri — akibatnya, Luhut menjelaskan, akibat regulasi yang tumpang tindih, korupsi semakin tinggi dan inefisiensi juga terjadi dari waktu ke waktu. Mahfud (MD) dan Pak Jimly Asshiddiqie, Pak Seno Aji, Sofyan Djalil, dan Pak Lambock dari kantor saya. Dia berkata: “Kami sedang mendiskusikan bagaimana melakukannya, karena jika sebuah undang-undang direvisi, kami tidak akan tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.” Sofia Jalil mengatakan bahwa di Amerika Serikat, ada sistem yang disebut hukum komprehensif yang dapat menyederhanakan aturan. . – “Undang-undang yang komprehensif ini tidak menghilangkan undang-undang, tetapi menyatukan isi undang-undang agar tidak tumpang tindih, tidak saling terkait atau terkait satu sama lain. Nah, karena tidak ada aktivitas di mana-mana di sini, hanya presiden yang membahasnya dalam pembahasan. Dia menyimpulkan: “Sampai akhir tahun lalu, sekarang hasilnya, jadi ini proses yang panjang, bukan proses mendadak.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *