OJK memperpanjang jangka waktu pelonggaran restrukturisasi kredit hingga 2022

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit longgar selama satu tahun atau hingga 2022.

Sebelumnya, OJK menerbitkan POJK N ° 11 / POJK.03 / 2020 pada 13 Maret terkait pemulihan ekonomi nasional sebagai kebijakan kontra siklus yang mempengaruhi penyebaran penyakit virus corona, berlaku hingga 31 Maret 2021. Penilaian terbaru atas restrukturisasi debitur Bank of Japan dijadwalkan pada 23 September 2020, hari ketika komite audit resmi Bank of Japan memutuskan untuk memperpanjang kebijakan pelonggaran.

“Reorganisasi ini merupakan langkah yang diharapkan untuk mendukung restrukturisasi debitur. Kualitas restrukturisasi debitur tersebut,” kata Ketua Dewan OJK Wimboh Santoso dalam pemberitaannya, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: OJK harus perkuat pengawasan sektor keuangan

Namun, kebijakan penangguhan restrukturisasi Sasi dikelola secara selektif berdasarkan penilaian bank untuk menghindari moral hazard.

Baca juga: Kejaksaan Tinggi Periksa Pejabat OJK dan Manajer Investasi dalam kasus korupsi Jiwasraya-tujuannya agar debitur mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi untuk beradaptasi dengan pandemi ini. -Lihat juga: Menyoroti kinerja OJK, Anggota Komite Kesebelas meninjau kegagalan layanan pengawasan asuransi dan perbankan-Wimboh menambahkan bahwa OJK akan segera menyelesaikan kebijakan restrukturisasi dan ekspansi dalam bentuk POJK, termasuk penerapannya. Perluas langkah-langkah stimulus lainnya. “Antara lain penilaian kesehatan bank tidak mencakup perhitungan aset inferior, restrukturisasi persetujuan kredit, penyesuaian realisasi penyangga simpanan modal, penilaian kualitas jaminan wajib (AYDA) dan penundaan pelaksanaan Basel Agreement. AKU AKU AKU”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *