Demi kesejahteraan produsen tembakau, pemerintah diharapkan datang dan mendorong kemitraan

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Banyak petani tembakau berharap pemerintah bisa mendorong kemitraan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat pandemi Covid-19.

Melalui kemitraan, petani tembakau dapat memaksimalkan produktivitasnya, bahkan dalam industri ini petani tembakau tidak akan merasa tertahankan dan lesu. -Harap pemerintah mengambil kebijakan untuk mendorong pengembangan kemitraan, setidaknya ditegaskan oleh Rifai, produsen tembakau yang tinggal di Malang, Jawa Timur.

“Misalnya kita menunggu kedatangan pemerintah dengan menyusun kemitraan antara petani dan perusahaan koperasi. Pemerintah akan berperan sebagai pengawas dalam pelaksanaan kemitraan tersebut, dan dalam peran petani tembakau dan perusahaan mitra. Bangun jembatan di antara mereka, ”kata Rifa dari Aliansi Komunitas Tembakau Indonesia dalam keterangan resminya, Selasa, 21 Juli 2020. Pandemi Covid -19 telah membawa ketidakpastian terhadap produktivitas dan penyerapan tembakau.Saat itu, Medi Traji, salah satu petani tembakau di Temanggung, Jawa Tengah mengungkapkan manfaat dan pentingnya kemitraan. Dari rekonstruksi lahan hingga pasca panen. Di sisi lain, industri terus menerima pasokan.

“Dengan menjalin kemitraan bisa dipastikan. Dari penanaman hingga penjualan, surveyor akan menemui kendala. Makanya kemitraan itu penting,” kata Medi. Produsen tembakau memiliki kebijakan yang mendorong kemitraan yang saling menguntungkan. Hendratmojo Bagus Hudoro, Direktur Tanaman dan Rempah Semusim Kementerian Pertanian, menegaskan aturan terkait kemitraan tersebut akan masuk dalam revisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) UU No 23 Tahun 2019, Saran teknis tentang tembakau impor. Kami berharap para pemangku kepentingan akan merespon sebelum implementasi, yang tentunya merupakan bagian dari kebijakan sosialisasi. Kita tahu, hasil akhirnya mungkin tidak memuaskan semua orang. Yang pasti kita akan terus berbenah, “kata Bagus. Sertifikasi harus mendorong kemitraan antar petani tembakau.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *