Manajer umum PLN meminta hanya 24% dari rencana 35.000 MW yang akan direalisasikan

Liputan Tribunnews.com Vincentius Jyestha-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Chairman dan CEO PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini mengungkapkan, hanya 35% dari daya yang mencapai 35.000 MW.

Zulkifli menjelaskan, 24% atau setara 8.382 MW pada Juli 2020 merupakan daya listrik yang sudah atau sudah mulai digunakan.

Pada saat yang sama, 54% (19.067 MW) masih dalam tahap konstruksi, 18% (6.528 MW) telah menandatangani kontrak atau perjanjian jual beli listrik (PPA) tetapi belum memasuki tahap konstruksi, 2% dalam tahap pengadaan, dan 2% dalam tahap konstruksi di. Tahap perencanaan.

Baca: Mulan Jamelaa, dengan Utang Rp 694,79 Miliar, Pertanyakan Kapasitas Pasokan Listrik PLN

“Artinya Lebih dari Tiga Perempat Rencana Sudah Mulai. 9%,” Pada Selasa (25/8/2020) saat sidang Panitia VII DPR RI di ruang rapat Senayan, Jakarta.

Zulkifli kemudian merinci persentase generator yang sudah berjalan di setiap area. Seperti Sumatera, pembangkit listrik perseroan tercatat 14% atau 1.287 megawatt.

Baca: 5 Barang Elektronik di Rumah Ini Membuang Uang Listrik dan Tagihan Listrik.

Dan kemudian di Jawa, Madura dan Bali, 23% operasi atau 4.184 megawatt listrik telah digunakan. Di wilayah Kalimantan, 26% atau 901 MW listrik dalam pelayanan, sedangkan di wilayah Sulawesi 45% atau 1.146 MW listrik dalam pelayanan. Sedangkan di Nusa Tenggara sebesar 52% atau 427 MW, di wilayah Maluku sudah beroperasi 50% atau 437 MW. Sebagai referensi, rencana 7.000 MW itu sendiri memiliki target 7.916 MW. COD, SLO atau commissioning menghasilkan 7.458 MW. Pada saat yang sama, “6% dari 458 MW masih dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *