Wakil Presiden: Hanya 8,3 juta dari 56 juta UMKM yang menggunakan teknologi digital

Laporan reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah menimbulkan efek domino pada banyak aspek kehidupan sosial dan ekonomi, terutama di sektor informal atau negara mikro, kecil, dan menengah Perusahaan (UMKM). ).

Akibat pandemi tersebut, penjualan UMKM menurun, sehingga mereka harus merumahkan sebagian besar karyawannya (PHK), dan beberapa diantaranya mengalami kesulitan dalam mengembalikan pinjaman. Saat pandemi Covid-19, pemerintah mencanangkan Rencana Stimulus Ekonomi Nasional (PEN).

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa pasar juga semakin membutuhkan pasar untuk mendorong pengembangan usaha kecil, menengah dan mikro. : Di tengah pandemi- “Saat ini, dari 56 juta peserta UMKM di Tanah Air, hanya 8,3 juta yang menggunakan teknologi digital, padahal teknologi digital tidak lagi dibutuhkan selama pandemi Covid-19. Mereka yang penghasilannya belum turun Siapa orang yang menggunakan metode penjualan online untuk berbisnis, ā€¯ujarnya dalam video conference di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2020. Bantuan lebih cepat dan lebih tepat sasaran.

Namun, kata dia, teknologi digital juga menghadapi tantangan tersendiri dalam penerapannya, meski di sisi lain mendorong perkembangan ekonomi kreatif, jasa, dan bidang lainnya. Usaha kecil dan menengah (UMKM) disarankan untuk menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan ekonomi kelas menengah ke bawah guna meningkatkan produktivitas. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *