Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian: Proyek BUMN gagal mencapai TDKN dan bersiap untuk memecat pejabat

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Agus Gumiwang Kartasasmita) menyatakan pihaknya akan melaksanakan penyelenggaraan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pembangunan atau kementerian, lembaga, dan perusahaan yang tidak menggunakan unsur negara dalam belanja pemerintah. Sanksi yang tegas. -Kedua pihak mencapai mufakat dalam rapat pembahasan Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal Luhut Binsar Pandjaitan

Baca: Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian: Inovasi dan Peningkatan Produksi Nasional Jadi Faktor Kunci Standar Baru

Bacaan: Suap di Mata Donald Trump? Begini Ceritanya-Baca: Menperin Kembali Optimis Manufaktur Pasca PSBB- “Kita bisa lihat proyek-proyek BUMN, terutama proyek BUMN besar, PLN, Pertamina dan BPH Migas. Kita pantau berbagai kementerian secara detail. Dan institusi, terutama BUMN besar, bahkan jika industri nasional sudah siap, jika tidak mengeluarkan dana untuk proyek industri dalam negeri akan dikenakan sanksi yang sangat ketat. Rabu (27 Mei 2020).

— “Sanksi terhadap pejabat, bukan perusahaan, akan dicabut! Demikian keputusan Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Koordinasi Marves, “Suksesi Agus Gumiwang.

Dalam Rakortas yang terjadi sehari sebelum Lebaran, Wakil Agus Gumiwang ( Agus Gumiwang) melanjutkan, katanya Menteri BUMN yang hadir dalam rapat tersebut telah menyetujui sanksi tersebut.

“Karena pada umumnya pimpinan bisnis sangat mementingkan TKDN, masalahnya biasanya pada level yang lebih rendah.” Karena Serapan TKDN ini merupakan bagian dari peningkatan permintaan, terutama dalam konteks pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, diputuskan rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Koordinasi Marves akan meminta BPKP pada hari pertemuan TKDN menjelang Idul Fitri. Kementerian, lembaga, dan BUMN yang memenuhi kewajiban TKDN melakukan audit, “ujarnya. Ditarik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *