Pupuk Indonesia mempertahankan stok pupuk di atas level yang ditentukan

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Untuk memastikan masyarakat pertanian memiliki akses terhadap pupuk, PT Pupuk Indonesia (Persero) Indonesia selalu menyiapkan stok pupuk bersubsidi di atas kebutuhan minimum.

Wijaya Laksana, Kepala PT Pupuk Komunikasi, Indonesia (Persero), mengatakan dari baris pertama hingga baris keempat saat ini persediaan yang tersedia sebanyak 1.045.261 ton.

Total persediaan meliputi urea 845.441 ton, NPK 87.297 ton, SP-36 51.060 ton, ZA 21.086 ton, dan bahan organik 40.378 ton. Angka ini jauh lebih tinggi dari kebutuhan minimal 125.539 ton. -Bahkan, sebagian besar persediaan ada di lini produksi ketiga sebanyak 567.029 ton, dan siap dialokasikan ke lini produksi keempat, jika sudah mendapat instruksi, bisa juga dialokasikan untuk petani di seluruh Indonesia, ”kata Wijaya. -Lima anak perusahaan Pupuk di Indonesia telah memenuhi total persediaan pupuk, antara lain: PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pupuk Sriwidjaja. -Selain itu, dalam rangka mengalokasikan jika terjadi kekurangan atau kelelahan Berdasarkan peramalan kebutuhan petani, perusahaan juga menyiapkan stok pupuk unsubsidi di kios resmi swalayan. Perusahaan mencontohkan stok pupuk unsubsidi yang tersedia saat ini sekitar 750.000 ton.

“Stok bisa dari I hingga III Line serta kios pupuk resmi. Hal ini bertujuan untuk memprediksi kebutuhan petani yang belum dapat memenuhi kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi. , Dan petani yang tidak terdaftar di e-RDKK. Vijaya mengatakan: “Dengan cara ini, kami tetap dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani dan menjaga produktivitas sektor pertanian.” Perusahaan juga mencatatkan pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi hingga 26 Agustus 2020. Jumlahnya mencapai 6.001.932 ton atau setara dengan 76% dari alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2020.

Wijaya menegaskan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai dengan aturan peredaran, dan hanya untuk petani yang terdaftar di kelompok tani dan terdaftar di produk elektronik.Sistem Rencana Permintaan Kelompok Akhir (e-RDKK) yang dikelola oleh Kementerian Pertanian .

“Pupuk Indonesia sebagai BUMN berkomitmen untuk memenuhi misinya. Kami akan terus mengelola dan mengoptimalkan proses pendistribusian pupuk kimia, kata Vijaya.” Kata Vijaya, produsen pupuk akan terus berpegang teguh pada itu. “Mematuhi seluruh regulasi tentang pendistribusian pupuk bersubsidi. -Misalnya, Peraturan Menteri Perdagangan No. 15 / M-DAG / PER / 4/2013 tentang pembelian dan pendistribusian pupuk dari lini pertama hingga lini keempat di tingkat nasional oleh sektor pertanian Peraturan. -Dan Peraturan Menteri Pertanian tentang pendistribusian dan harga eceran maksimum pupuk bersubsidi dari sektor pertanian tanggal 1 Januari 2020, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Juncto Tahun 2020.

“Kami juga mendesak pendaftaran di e-RDKK Para petani hanya menggunakan pupuk bersubsidi di kios swalayan. Pengelola pupuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah, ”kata Wijaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *