Dikritik karena berani menaikkan jaminan simpanan di atas Rp 2 miliar, itu tanggapan Presiden LPS

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Perusahaan Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan bahwa lembaga tersebut berperan dalam menjaga kredibilitas dan simpanan di sistem perbankan agar perseroan tetap tenang dan jaga agar tetap stabil. Stabilitas bank. — Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya dikritik terkait hal tersebut, sehingga pihaknya berani menaikkan nominal simpanan yang dijamin hingga lebih dari Rp 2 miliar. Kita lihat sekarang ini semua bank di Indonesia, baik bank umum, BPR atau BPRS, tergabung dalam skema penjaminan LPS, “ujarnya dalam webinar, Selasa (24/11/2020). Oleh karena itu, dia menjelaskan nilai maksimal simpanan yang dijamin sebesar Rp 2 miliar atau setara dengan 33,8 kali PDB per kapita nasional pada 2019.

Lihat juga: Penurunan suku bunga acuan, LPS: Bank masih bisa memilih untuk mengurangi kredit

Pendapatan rata-rata di negara lain lebih rendah, 11 kali lipat DBP per kapita. “Di negara maju, ini hanya 5,3 kali PDB per kapita,” kata Purbaya.

Baca juga: Suku bunga penjaminan LPS tergolong rendah

Jadi dilihat dari angka Rp 2 miliar, Indonesia merupakan negara berkembang yang cukup untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Dalam arti menjaga keamanan masyarakat atas sistem perbankan. LPS berkomitmen tegas untuk menjaga kepercayaan nasabah bank agar tenang dan aman saat menabung di perbankan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *