Erick Thohir: Bisnis BUMN mengalami kerugian karena virus korona, pengabdian masyarakat berlanjut

Reporter Tribunnews.com laporan Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa cokelat merah atau perusahaan milik negara siap menghadapi masalah yang disebabkan oleh coronavirus atau flu Kerugian bisnis. Penidae dari 19-penuleean. — Dia membenarkan bahwa meskipun dia menghadapi risiko paling serius, dia akan selalu mematuhi komitmennya untuk pelayanan masyarakat. — “Perusahaan BUMN harus siap kehilangan uang, seperti PT KAI, PT Angkasa Pula, dll. Sampai sekarang tidak ada waktu untuk membahas masalah ini (gambar). Yang kedua masih terbuka karena harus terus didistribusikan ke masyarakat.” Eric ¬∑ Tohir mengatakan pada konferensi pers virtual di Jakarta pada Selasa (24/3/2020).

Beberapa perusahaan papan merah saat ini fokus pada penyediaan layanan publik termasuk transportasi, bank dan apotek.

Baca: Setelah karyawan kampus terinfeksi dengan virus Corona, kisah penelitian tesis ditunda

– Mantan presiden Inasgoc memastikan bahwa BUMN tidak akan berhenti melayani masyarakat meskipun ada blokade.

“Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa masalah penguncian Bpk. Doni (direktur Kelompok Kerja Manajemen Akselerasi Covid-19) telah menyampaikan rasa alienasi sosial terbaik saat ini. Sekarang, untuk memastikan keamanan jarak, ia menjelaskan Katakan.

Baca: Fraksi PPP mengharuskan anggota DPRCoupé membayar biaya pengobatan korona

Erick mendesak orang di atas 60 tahun untuk selalu ada di tangan. — Orang di bawah 60 juga sangat rentan, terutama Di hadapan penyakit genetik seperti asma, kanker, diabetes, dll

Baca: Demokrat juga menolak untuk melakukan tes cepat pada para perwakilan: Dahulukan rakyat! Dia berkata: “Saya juga sangat khawatir, ini adalah manusia Tanggung jawab, itu harus jadi PR saya hari ini. Tapi ini adalah persatuan dan upaya bersama negara kita, sambil mempertahankan kewajiban harga diri. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *