Laba semi transparan Mandiri Syariah pada triwulan III 2020 sebesar Rp1,07 miliar

Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Islamic Bank Mandiri (Mandiri Syariah) mengumumkan perolehan laba sebesar Rp1,07 triliun atau meningkat signifikan sebesar 22,66% pada kuartal III tahun 2020 year-on-year. Year-on-year).

Pertumbuhan laba terutama disebabkan oleh kenaikan biaya dana akibat kenaikan dana murah atau rasio giro terhadap tabungan (CASA).

Mandiri Syariah, Direktur Keuangan, Strategi dan Menteri Keuangan Ade Cahyo Nugroho (Ade Cahyo Nugroho) menyoroti pencapaian yang positif. Ini merupakan batu loncatan untuk pengembangan Mandiri Syariah yang berkelanjutan, dan merger akan dilakukan tahun depan sebelum merger dengan dua bank syariah milik Himalaya. Dijelaskannya, “Konsumen”, Rabu 11 November 2020.

Baca juga: Bekerjasama dengan ALAMI Fintech Syariah, Mandiri Syariah mengalokasikan dana PEN ke UMKM

Dari sisi volume usaha, dana pihak ketiga (DPK) yang dibukukan Mandiri Syariah sebesar 106,12 miliar hingga akhir September 202 Rupiah meningkat 17,26% dari 90,49 miliar rupiah pada September 2019. Lihat juga: Bisnis mobile banking BNI Syariah tumbuh 108% pada kuartal ketiga tahun 2020-kontributor dan produk utama meningkat sebesar 19,12% year-on-year menjadi Rp 44,77 miliar, menjadikan pangsa CASA menjadi 59,22% dari total DPK .

Mandiri Syariah Achmad Syafii, Direktur Teknologi Informasi, Operasional dan Perbankan Digital, menambahkan saat terjadi pandemi, transaksi berpindah dari transaksi intra cabang menjadi transaksi digital.

Hal ini berdampak positif pada pertumbuhan layanan pembayaran digital (FBI), dari Rp 167,76 miliar pada September 2019 menjadi Rp 227,84 miliar pada September 2020, meningkat 35,82% year-on-year. Pendapatan yang dibayarkan (FBI) FBI meningkat dari Rp1,36 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp15 triliun pada September 2020, meningkat 10,33%. Lebih lanjut Syafii menjelaskan, hingga September 2020 jumlah transaksi melalui Mandiri Syariah Mobile (MSM) telah meningkat hingga 90%, dengan total 31,89 juta transaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *