Selama 3 tahun berturut-turut, total penjualan erythropoietin dari larva Nobita mencapai Rp 145 miliar

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Daewoong Infion merupakan perusahaan patungan dari perusahaan farmasi Korea bernama Daewoong Group yang mengumumkan total penjualan ekspor balik produk erythropoietin (EPO) ke Korea telah melebihi Rp145 miliar. Ini adalah total penjualan kumulatif selama tiga tahun dari paruh kedua tahun 2017 hingga paruh pertama tahun 2020.

Setelah Daxiong Group dan Infion bersama-sama mendirikan Daxiong Infion pada tahun 2012, Daxiong Group membuka pabrik biofarmasi pertamanya di China Indonesia Terletak di Surabaya, perusahaan ini mentransfer teknologi biofarmasi yang unggul dari Daxiong Pharmaceutical untuk melakukan penelitian, pengembangan, dan produksi berbagai biofarmasi di Indonesia. Dengan mengekspor bahan baku jamu ke Se Latan, negara maju di bidang farmasi, Indonesia telah menjadi industri Indonesia. Ia mengatakan dalam keterangan resminya, Kamis (6/8). Erythropoietin (EPO) yang diproduksi di Indonesia sendiri merupakan produk jadi dan larutan murni.

Produk EPO Daewoong digunakan untuk mengobati penyakit ginjal kronis , Produk Dialisis dan Anemia Anti Kanker. Produk EPO Daewoong memperoleh sertifikasi halal LPPOM MUI pada Januari 2020.

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, produk tersebut telah menjadi pangsa pasar terbesar di Indonesia hanya dalam waktu enam bulan. Produk, dan akan terus tumbuh. Menjadi produk terbaik.

Daewoo berhasil merealisasikan penjualan ekspor terbalik dari produk EPO volume besar / setengah jadi, dan meraih pendapatan sebesar Rp145 miliar dalam tiga tahun, berkat Strategi produksi ganda perusahaan bekerja sama dengan Daewoong Group.

Daewoong Infion memproduksi produk EPO curah / produk setengah jadi dan produk jadi. Kemudian, Daewoong Pharmaceutical mengimpor produk EPO massal / setengah jadi dari Indonesia ke Korea Selatan untuk diproses menjadi produk jadi. Daewoong Produk EPO farmasi dijual dengan merek berbeda di Korea Selatan.

Di saat yang sama, Daewoong Infion akan merambah pasar farmasi Timur Tengah senilai Rp 970 miliar. Setelah produk EPO Daewoong disertifikasi halal pada Januari, perusahaan tersebut tahun lalu Memperoleh sertifikasi halal produk Epidermal Growth Factor (EGF) pada bulan Mei .

Hingga akhir tahun 2020, total penjualan reverse export produk EPO diperkirakan akan melebihi Rp 200 Miliar. Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul: Nobita Infion mencatatkan total penjualan erythropoietin Rp145 miliar selama tiga tahun berturut-turut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *