Inilah alasan pemerintah memberikan subsidi upah berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan

Reporter Tribunnews Taufik Ismail melaporkan-TRIBUNNEWS. Ida Fauziyah, Menteri COM-Sumber Daya Manusia Jakarta, menjelaskan mengapa pemerintah memperoleh data dari BPJS Ketenagakerjaan untuk mengalokasikan subsidi upah kepada pekerja dengan upah kurang dari Rp 5 juta.

Menurut Ida, pemerintah menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan karena lebih cepat dan akurat. — “Karena data BPJS Ketenagakerjaan saat ini dinilai paling akurat dan lengkap, bertanggung jawab dan efektif,” kata Ida di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2020/8/8). –Baca: General Manager BPJS Ketenagakerjaan: Pekerja Subsidi Upah Jadi Penggerak Perubahan Peran

Baca: Salurkan Bantuan Subsidi Upah, Perusahaan Desak Kirim Data Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan

Dia bilang BPJS Ketenagakerjaan Nanti Untuk memverifikasi data terkait, ia mengatakan: “BPJS Ketenagakerjaan bertanggung jawab atas keakuratan data pengupahan yang diberikan kepada pekerja.” Ida mengatakan pemberian subsidi upah berdasarkan data BPJS merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pekerja yang berpartisipasi dan aktif berdonasi ke BPJS. bentuk. -Sebagai informasi, memberikan subsidi upah kepada pekerja yang terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan. Peserta yang aktif membayar iuran sebelum Juni 2020 akan menerima subsidi gaji.

“Penerima bantuan subsidi upah diekstrak dari data BPJS ketenagakerjaan. Batas waktu pendataan adalah 30 Juni 2020, jadi hanya peserta yang bisa mendaftar. Ia menyimpulkan:“ Selama periode ini, mereka bertemu Persyaratan lainnya. Mereka berhak atas subsidi upah. “Sebelumnya, pemerintah memberikan bantuan bulanan Rp 600.000 kepada pekerja swasta untuk mengurangi tugas stimulus ekonomi nasional PEN COVID-19. Pandemi Budi Gunadi Sadikin mengatakan selain pegawai BUMN dan PNS gaji bulanan kurang dari 5 juta orang Indonesia. Pegawai perisai memberikan bantuan, ”kata Budi kepada Istana Kepresidenan di Jakarta, Jumat (8 Juli 2020).

Berikan bantuan 600.000 rupiah setiap bulan selama 4 bulan. Pemberian bantuan dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pendampingan pertama. Fase kedua kuartal ketiga dan kuartal keempat.

“Bantuan akan dibayarkan langsung ke rekening tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, dan langsung dibayarkan ke rekening tenaga kerja yang terdaftar. Terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan, karena orang-orang tersebut belum di-PHK, sehingga selalu dapat membuktikan bahwa mereka telah Mendaftar di BPJS Ketenagakerjaan “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *