Tidak seperti petani “kolonial”, kaum milenial menggunakan Internet of Things untuk bisnis pertanian

Laporan reporter berita Tribunnews, Fitri Wulandari-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Di era disrupsi digital dan revolusi industri 4.0, pemanfaatan teknologi menjadi komponen penting dalam menunjang berbagai bidang perekonomian. bagian. menggunakan. Salah satu teknologi yang digunakan dalam operasional bisnisnya adalah penggunaan Internet of Things (IoT). Ini tentang proses pemasaran produk yang dihasilkan, tentunya melalui penggunaan aplikasi.

Seperti yang dikatakannya dalam perbincangan nasional: “Petani Milenial: Suksesnya Pandemi” Sebenarnya Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Senin (23/11/2020). – “Apa solusi bagi petani milenial? Kami menggunakan teknologi IoT 4.0 untuk memasarkan produknya. Oleh karena itu, dari hulu hingga hilir terintegrasi, dan dari kartu hingga terminal. Langsung berhadapan dengan konsumen akhir. , “Kata Jiatu.

Melalui inovasi dan teknologi, ia yakin petani milenial memiliki ide bisnis yang lebih baik dibandingkan pengusaha lain yang menggunakan sistem konvensional. Menyadari nilai jual produk pertanian melalui teknologi- “Istilah ini berarti petani milenial ini lebih fleksibel dibanding pedagang atau sektor lain.” – Jatu menjelaskan — apalagi jika dibandingkan dengan petani kolonial yang tidak paham pertanian. Gunakan teknologi untuk menjual dan mendistribusikan produk pertanian.

“Mungkin koloni,” kata Jatu sesekali. “Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kementan) Dedi Nursyamsi .

Ia memperkirakan petani milenial berusia 25-44 tahun memiliki kemampuan untuk meningkatkan prospek bisnis industri. Pertanian dilakukan melalui Internet of Things karena orang mengira bisa dikelola dari hulu ke hilir menggunakan teknologi. Didi mengatakan: “Petani milenial menggunakan Internet of Things untuk mendorong pembangunan pertanian. Internet of Things adalah domain petani milenial. Pemerintah kolonial berfokus pada bagaimana meningkatkan produktivitas. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *