Ratusan Perusahaan Diduga Melanggar Aturan Pembayaran THR, Begini Sikap Menaker

Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta Tribunnews.com-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah melakukan peninjauan pertama terhadap perusahaan yang diduga melanggar pembayaran THR 2020 (tunjangan Hari Raya). Pelanggaran tersebut antara lain: THR belum dibayarkan, THR belum disepakati, THR tertunggak, dan THR belum dibayarkan.

“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan dinas ketenagakerjaan setempat untuk menindaklanjuti pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan sebagai bagian dari penegakan hukum,” kata Menteri Tenaga Kerja Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Berdasarkan data yang disediakan oleh Stasiun Pengaduan THR Kementerian Ketenagakerjaan, sejak 11 Mei, pada 25 25, 2020, sedikitnya 336 perusahaan telah mengajukan subjek pengaduan 453 pekerja. -Baca: Seperti Guessing Games, kebijakan Jokowi soal corona dinilai sangat minim-menurut pemberitaan, karena dianggap melanggar pembayaran THR.

Keluhan pembayaran di antaranya, 453 THR 146 karena THR um Diantara pengaduan yang ditimbulkan, 3 pengaduan THR tidak diterima, 78 pengaduan karena keterlambatan pembayaran THR, dan 226 pengaduan karena THR yang belum dibayar. Pengawas ketenagakerjaan di lokasi akan mengkonfirmasi status perusahaan dan dugaan pelanggaran pembayaran THR. Jika iuran perusahaan yang tergolong THR belum dibayarkan, atau karena belum ada pembahasan pembayaran THR sampai saat ini, kesepakatan THR belum tercapai, maka a-sambungnya. Minta Jangka Waktu, Jangan Ke Jakarta Dulu-Terkait sanksi terhadap perusahaan yang tidak membayar THR, Menteri Aida mencontohkan, ada sanksi tertulis dan sanksi administratif berupa sanksi pembatasan kegiatan usaha. -Menteri Ida menyatakan bahwa pengusaha yang membayar THR religius pekerja yang terlambat akan dikenakan denda 5%. Ia mengatakan: “Denda tersebut digunakan untuk mengatur kesejahteraan pekerja / pekerja dan tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR religius pekerja / pekerja.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *