Perusahaan Pupuk Indonesia bersiap memproduksi 775.000 ton pupuk tanpa subsidi

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Pupuk Indonesia (Persero) sedang mempersiapkan stok pupuk nonsubsidi dari baris pertama hingga baris keempat untuk memenuhi kebutuhan pupuk masyarakat pertanian.

Total stok pupuk tak bersubsidi yang disiapkan oleh negara dan disubsidi negara akan menjadi 775.704 ton di Pupuk Indonesia mulai 12 Agustus 2020.

Termasuk 561.235 ton urea dan 211.055 ton NPK, 408 ton SP-36; ZA 2843 ton, organik 163 ton.

Lima anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja, semuanya terisi dengan pupuk. Wijaya Laksana, Head of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero), mengatakan selain penyaluran pupuk bersubsidi (e-RDKK), perseroan telah menjaga seluruh wilayah selain penyaluran yang ditetapkan pemerintah sesuai dengan persyaratan final rencana e-group tersebut. “Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kami telah menyiapkan stok pupuk nonsubsidi di daerah. Sehingga dapat menggantikan kebutuhan petani yang tidak bersubsidi.” Wijaya mengatakan: “Bersamaan dengan itu, Daftar penerima subsidi juga disertakan. “-Pada saat yang sama, perusahaan Indonesia Pupu juga terus menjaga kestabilan penyaluran pupuk bersubsidi. Per 9 Agustus 2020, catatan perseroan menunjukkan telah menyalurkan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020. nyak 5.633.213 ton atau setara 71% dari total penyaluran 7.949.303 ton pada 2020. Wijaya mencontohkan, penyaluran pupuk bersubsidi harus dialokasikan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam sistem e-RDKK yang dikelola Kementerian Pertanian. Aturan dilakukan. —— Produsen pupuk akan selalu mematuhi semua regulasi yang berlaku terkait dengan pendistribusian “pupuk bersubsidi”. Misalnya Peraturan Menteri Perdagangan No. 15 / M-DAG / PER / 4/2013, tentang pembelian dan penyaluran subsidi pertanian di sektor pertanian Pupuk.Tingkat nasional dimulai dari baris pertama baris keempat.

Dan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Maksimum Telur Pupuk Bersubsidi digabung dengan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020 Ketentuan pelayanan sektor pertanian pada tahun anggaran 2020. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *