OJK Konfirmasi Kebocoran Data CreditPlus, Pakar: Akankah Penjahat Menarik Penipuan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah mengkonfirmasi adanya pelanggaran data yang dialami perusahaan Indonesia.

Kali ini menghantam sektor keuangan, tepatnya KreditPlus, perusahaan keuangan multi perusahaan, kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot kepada Kontan.co.id, Selasa (8 April 2020) malam. “Kami meminta KreditPlus untuk mengkonfirmasi laporan di media sosial.”

Kementerian Komunikasi dan Kajian Informasi (Kominmfo) juga meminta kepada pimpinan platform digital KreditPlus untuk mengklarifikasi dan melaporkan kebocoran data yang diduga menyebabkan kebocoran data pelanggan. Pada saat yang sama, tindakan yang diperlukan diambil untuk memastikan keamanan data pengguna.

Baca: Ratusan ribu data nasabah Kreditplus disinyalir telah bocor dan dijual di Internet, dan kini telah dihapus-Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Penerapan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan telah menyurati KreditPlus. Ia mengatakan dalam siaran persnya, Selasa (4/8): “Selain menulis surat untuk mengklarifikasi masalah ini dan melaporkan kebocoran ini ke Kominfo.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan akun masing-masing. . Samuel mengatakan: “Orang harus mengubah password mereka secara teratur, dan tidak mudah mempercayai pihak lain yang membutuhkan password atau kode one-time password (OTP).” Minta konfirmasi. Tapi belum ada jawaban. KreditPlus adalah merek dagang dari PT. Finansia Multi Finance menciptakan merek Kreditplus.

Baca: Telkomsel siap membantu polisi menangani dugaan kebocoran data Denny Siregar

KreditPlus memberikan pembiayaan multiguna untuk berbagai produk elektronik dan rumah, serta memberikan dana pinjaman dengan jaminan mobil. — Ini berbahaya bagi pelanggan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *