Pandemi Covid-19, disarankan agar pemerintah lebih proaktif dalam fokus di bidang UMKM

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir tiga bulan hampir menghancurkan perekonomian nasional.

Bahkan, kelas menengah ke bawah yang merupakan pemain dominan di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), malah kehilangan pendapatan.

Heryanto adalah produsen karpet lipat di Babakan di Ciseeng, Bogor, dan tak luput dari perhatiannya. Ia mengaku usahanya terpaksa tutup selama empat bulan akibat pandemi Covid-19.

Baca: Kasus Baru Covid-19 Muncul, Praktisi Kesehatan Bilang Ganjil Genap Belum Diimplementasikan – Baca: Serap Penuh 6,82% Dana PEN untuk Koperasi dan UMKM Baru

“Wabah Ini Penyakit itu berdampak besar pada kami, dan pendapatan kami terhenti. Sekitar empat bulan usaha terhenti, kami tidak berproduksi, ā€¯Heryanto, Jumat (10/7/2020), pelaku UMKM dampingan Jamkrindo di forum pemantauan Said dalam diskusi bertema “UMKM Departemen Pemulihan Ekonomi Nasional”.

Akibatnya, beberapa perempuan lokal yang diberdayakan oleh Heryanto juga kehilangan sumber penghasilan utamanya. Marwan Ja’far, anggota Panitia VI DPR RI, pernah merasakan pengalaman Heryanto dan peserta UMKM lainnya, mengatakan pemulihan ekonomi negara pasca pandemi membutuhkan dukungan banyak pihak.

Legislator PKB juga mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan memberikan pendampingan kepada UMKM negara peserta agar bisa dipromosikan ke kelas, termasuk dukungan anggaran investasi.

Karena sampai saat ini anggaran UMKM tidak pernah bertambah.

“” Ini anggaran koperasi dan UKM. Ini bukan anggaran UMKM sebelumnya. Turun. Oleh karena itu, tampaknya tidak ada upaya untuk memperjuangkan hal ini, “kritik Marwan. Untuk mengatasi masalah UMKM, Mawan mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh apa yang dilakukan pemerintah untuk stabilitas ekonomi negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *