Pengamat mengatakan bahwa keputusan penyitaan yang baik dari Komisi Eropa memberikan kepastian hukum bagi perusahaan

Jakarta Reporter TRIBUNNEWS.COM Dina Mirayanti Hutauruk melaporkan – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memutuskan untuk mendenda Grab dan afiliasinya PT Teknologi Penggawai Indonesia (TPI) maksimal Rp 29,5 miliar.Para pengamat hukum perdagangan dan persaingan mengapresiasi hal tersebut.

Bahkan bagi calon investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia, keputusan ini bahkan bukan preseden buruk.

Dhita Wiradiputra, Direktur Eksekutif Lembaga Persaingan Usaha dan Kebijakan Bisnis, Sekolah Hukum Universitas Indonesia (LKPU FH UI), meyakini denda yang dijatuhkan oleh Grab dan anak perusahaannya atas pelanggaran peraturan persaingan perdagangan memberikan kepastian hukum dalam menjalankan bisnis di Indonesia. -Dia percaya bahwa keputusan ini tidak buruk bagi investor asing. Dhita mengatakan dalam keterangannya, Selasa (7/7/2020), “Ini sebenarnya memberikan kepastian hukum dalam menjalankan bisnis. Apalagi Grubb ada di beberapa negara ASEAN (seperti Malaysia dan Filipina). Itu juga telah dihukum. “Itu telah berubah dari model bisnis carpooling sebelumnya menjadi menyediakan kendaraan.

Baca: Memberikan bukti ahli dan saksi, kecewa dengan keputusan KPPU

Untuk model bisnis ini, menurutnya hal ini pasti akan memicu perbedaan layanan perusahaan. Mitra pengemudi yang mengikuti program penjemputan kendaraan perusahaan dan mitra yang tidak mengikuti program tersebut.

Baca: Berkat program #TerusUsaha, Grab membantu UMKM Balikpapan memasuki dunia digital

Dhita mengatakan, jika model ini berubah ,, Grab harus menjadi perusahaan dengan sistem dan algoritma, Grab dapat mengarahkan pesanan ke penjahat tertentu.

Baca: Grab Didenda Rp 30 Miliar, Hotman Paris: Salah Preseden Citra Perusahaan — -Bahkan, hasil tes menunjukkan KPPU dalam salinan keputusannya menunjukkan ada integrasi vertikal antara Grab dan TPI. Anggota aliansi dan mitra non-aliansi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *