Anggota PKB tidak peka terhadap pandemi dan meminta Kementerian BUMN memperbaiki pengelolaan RNI

Reporter Tribunnews.com memberitakan bahwa Chaerul Umam – Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Fraksi PKB Anggota Komite Keenam DPR Marwan Jafar mengatakan bahwa pimpinan PT Rajawali Nusantara (RNI) Indonesia cenderung feodalisme.

Karena RNI tidak lagi merespon kepentingan rakyat.

Untuk itu, Marwan meminta Panitia Keenam DPR menyurati Departemen BUMN agar segera menghentikan pengelolaan PT RNI karena terlalu feodal.

“Saya sarankan untuk menulis surat. Kementerian BUMN merevisi, mengoreksi, dan mengevaluasi pengelolaan feodal RNI. Kalau perlu, kalau tidak ada perubahan perilaku feodal, silakan tulis ke presiden,” kata Marwan di Dirut PT RNI. Sidang (RDP) menyebutkan hal itu di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/10/2020).

Bacaan: Bio Farma dan RNI Usulkan Dana Tahun Depan

Awalnya, Saat Wabah Covid-19 mulai Marwan mengaku kecewa kepada PT RNI Indonesia, meski pemerintah diperbolehkan mengimpor, RNI belum mencapai kondisi terbaiknya.

Saat itu, mantan Menteri Desa, Daerah Miskin, dan Imigrasi kesulitan membeli Alat Pelindung Diri (APD) untuk memenuhi kebutuhan warga di dapilnya.

“Saya kecewa dengan RNI karena sudah seperti ini di awal Covid. Sulit untuk mendapatkan alat kesehatan, perlindungan diri termasuk makanan. Saya baru saja membelinya dengan susah payah dan saya ingin membelinya dari Ping Phong “Meski negara memberi mereka hak untuk mengimpor,” kata Ma Wan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *