Pupuk Indonesia menyiapkan 347.000 pupuk tanpa subsidi untuk petani

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Guna memastikan pupuk dapat digunakan masyarakat pertanian, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebanyak 347.664 ton dari lini pertama hingga lini ketiga, dan telah menghentikan penggunaan pupuk resmi. Terdiri dari 212.916 ton urea, 133.186 ton NPK, 430 ton SP-36, 968 ton ZA, dan 164 ton biomassa. Pupuk bersubsidi sudah siap, dan kebutuhan petani yang tidak mencukupi untuk menyalurkan pupuk bersubsidi dan petani yang tidak terdaftar di e-RDKK bisa diharapkan.

Wijaya mencontohkan, pihaknya telah meminta produsen pupuk untuk meningkatkan pasokan pupuk non subsidi dari kios-kios resmi.

“Jika ada kekurangan, kami akan siapkan stok pupuk non subsidi. Kios resmi. Ini bisa memenuhi kebutuhan pupuk petani dan bisa menjaga produktivitas sektor pertanian. Per 27 Juli 2020, ks tunjukkan subsidi Persediaan pupuk Pupuk masih dalam keadaan aman. Lima anak perusahaan Pupuk di Indonesia antara lain: PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja. Hingga pertengahan Juli 2020, perseroan telah mengalokasikan 51463,36 100 juta ton atau setara dengan 65% dari total alokasi 794.9303 ton pada tahun 2020 yang ditetapkan dalam peraturan Kementerian Pertanian.10/2020 .

Wijaya mencontohkan, penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai dengan aturan distribusi dan hanya dialokasikan kepada yang Kelompok tani dan petani yang terdaftar di sistem tenaga. Kebutuhan kelompok yang dikelola oleh Kementerian Pertanian (e-RDKK).

Produsen pupuk akan selalu mematuhi semua peraturan yang berlaku terkait pendistribusian “ pupuk bersubsidi ”. Kementerian Perdagangan Peraturan Nomor 15 / M-DAG / PER / 4/2013, tentang Pembelian dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian dari Baris Pertama Sampai Baris Keempat di Tingkat Nasional.

dan Peraturan tentang Subsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020 Penyaluran pupuk dan harga eceran maksimal Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020, dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *