Garuda meminta untuk meninjau harga tiket ketika pesawat baru itu normal

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM dari Irfaniaputra, Direktur Utama PT Garuda, Jakarta, Indonesia, menyatakan jika normal baru tetap teralienasi, maka peninjauan harga harus dilakukan. Elvan mengatakan pada pertemuan virtual pada hari Selasa: “Tentu harus dilakukan. Ubah harga karena harus membayar biaya penerbangan. Pasalnya jika jarak masih jauh, pesawat hanya bisa mengangkut 50% penumpang.” / 6 / 2020). -Irfan mengatakan bahwa meskipun perilaku konsumen saat ini berubah karena keadaan, maskapai penerbangan sekarang harus meyakinkan orang dan melanjutkan penggunaan pesawat dalam kondisi normal baru.

“Kita harus meyakinkan mereka bahwa kata Irfan setelah mereka masuk mobil.

Baca: Lion Air Group Berhenti Terbang, Biaya Tes PCR Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Lanjut Garuda Irfan, Indonesia Terima Studi kecil yang dilakukan oleh Garuda Miles menunjukkan bahwa 65% pelanggan masih menunggu politik kembali, sementara yang lain selalu mempertanyakan keselamatan penerbangan.Malam itu, 181 pilot kontrak Garuda Indonesia kehilangan pekerjaan- “Jadi, setelah ditentukan dan dipastikan mereka menggunakan pesawat dengan aman, itu sangat penting. “Ini untuk menjaga agar industri penerbangan tetap berjalan,” kata Irfan.

Menurut Irfan, pengguna pesawat saat ini berpikir dua kali untuk terbang, karena ada proses yang membuat mereka sulit untuk terbang, sehingga akan semakin banyak yang terbang. mahal.

Baca: Perempuan itu Juga Diciduk KPK Tersangka Korupsi MA Nurhadi dan Banyak Perempuannya Tidur di Lot C1

Sebagai Tes Reaksi Berantai Polimerase (PCR) Lebih Baik Dibanding di Jakarta – Pesawat jarak pendek seperti Surabaya jauh lebih mahal, “kata Elvan. Saya sedang uji, dan harga tiket Jakarta-Surabaya hanya Rp 1,5 juta,” kata Elvan. Fokus pada harga tiket pesawat agar masyarakat tetap mau membeli tiket pesawat tanpa harus terbebani biaya pengujian PCR. “Kata Irfan.

Selain itu, Irfan juga menyebut pemulihan industri penerbangan tentunya akan memakan waktu lama. Pemulihan bisa memakan waktu dua hingga tiga tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *