Pada 2019, nilai ekspor akan mencapai 892 juta dolar AS, dan industri kerajinan nasional akan menjadi lebih kompetitif

Jakarta TRIBUNNEWS.COM- industri kerajinan adalah industri yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Ini dapat dilihat dari kontribusi ekspor produk ke valuta asing, termasuk nilai USD 892 juta (sekitar 12,48 triliun rupee) pada tahun 2019, meningkat 2,5% dari akuisisi dan pengemasan USD 870 juta pada tahun 2018 . , Menteri Perindustrian Gati Wibawaningsih di Jakarta.

Baca: Laporan tahunan SPT menggunakan aplikasi elektronik paling lambat 31 Maret 2020 untuk mengetahui alasannya!

Baca: lirik Indonesia yang diekspor ke Amerika Latin dan Afrika- — Direktur Jenderal IKMA menekankan bahwa kekuatan Indonesia dalam pengembangan industri kerajinan, dengan dukungan sumber daya alam dan budaya yang kaya dan pengrajin yang berkualitas, Indonesia juga dapat kompetitif. l Kerajinan tangan kompetitif secara nasional dan global. “Selain itu, didukung oleh teknologi terbaru, yang konsisten dengan aplikasi yang menjadikan Indonesia 4.0 menjadi era Industri 4.0. Oleh karena itu, tidak hanya cocok untuk industri besar, tetapi juga untuk industri kecil dan menengah (IKM),” katanya. — -Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi akan melaksanakan kegiatan lokakarya IKM e-Smart serta rencana reorganisasi mesin dan peralatan produksi. — Gati bertekad untuk membiarkan Indonesia menambahkan: “Tentu saja, untuk mencapai tujuan ini, Penting untuk bekerja sama dan bersinergi dengan semua pihak termasuk Dewan Kerajinan Tangan Nasional. “-Dalam rangka memberikan ruang bagi pengrajin Indonesia untuk mempromosikan kerajinan tangan mereka yang berkualitas tinggi, De Kranas menyelenggarakan pameran lain dan pameran yang adil untuk dipamerkan. Kerajinan khas Indonesia, de Kranas ke-40.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *