Kerja sama dengan proyek Budikdamber dapat membantu komunitas Koja untuk bangkit kembali selama pandemi

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Adanya wabah Covid-19 di masyarakat tak pelak membawa dampak ekonomi dan sosial.

Banyak orang kehilangan pekerjaan sehari-hari dan mencari solusi untuk terus menghidupi keluarga mereka. Menghadapi situasi tersebut, PT Pertamina Lubricants menyampaikan keprihatinannya melalui Dinas Produksi Jakarta (PUJ), salah satu pabrik pelumasnya, serta Badan Pengamanan Pangan, Maritim dan Pertanian (KPKP) di utara Jakarta, serta bekerja sama di kawasan Desa Koja. Melaksanakan rencana pemberdayaan masyarakat yaitu Budikdamber (Budikdamber).

Baca: Pertamina Perlahan Keluarkan Bensin dan Perovskit Berkualitas Tinggi Ada 3 Tahapan Eliminasi-Bacaan: Selaku Dirut Pertamina, Ahok Akui Belajar Kendalikan Emosi-dalam Covid-19 Saat terjadi wabah, rencana tersebut menjadi pilihan karena dinilai efektif dan bisa dilakukan di rumah oleh masyarakat. — Agar dapat mengimplementasikan rencana Budikdamber dengan lancar, memikirkan dan menyukseskan kedepannya, Pertamina Lubricant bekerjasama dengan kantor KPKP dan melakukan kerjasama neckline dengan wilayah Jakpreneur Koja dan KPKP N. Jakarta Orth Jakarta Cabang Jakarta merupakan 25 organisasi perwakilan masyarakat di Desa Koja Pelatihan awal.

Selain itu, Pertamina Lubricant juga menyediakan alat-alat pendukung program antara lain pancing, kemasan hidroponik dan kemasan 150 Budikdamber untuk membantu warga sekitar Desa Koja.

Sekaligus memberikan bantuan pengembangan usaha dan mesin fotocopy untuk Ruang Publik Layak Anak (RPTRA) Sindang Raya, diharapkan RPTRA Sindang Raya dapat secara mandiri memimpin kegiatan belajar mengajar anak-anak kurang mampu di Desa Koja. Direktur -PUJ Yus Ardianto mengatakan, Budikdamber ini bisa menjadi ciri khas RPTRA dan Kelurahan Koja, sekaligus sebagai langkah awal dalam pengembangan lebih lanjut.

“Saya berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan semestinya agar pendapatan masyarakat bisa meningkat,” ucapnya dalam keterangan tertulis belum lama ini.

Dalam kasus pandemi, pelatihan Budikdamber ini akan dilakukan secara bertahap dan memiliki sistem perwakilan komunitas sehingga yang ditunjuk dapat menyebarkan ilmunya ke komunitas lain -pelatihan selalu berpegang teguh pada kesepakatan Covid-19, termasuk menjaga 1.5 Jarak duduk meter, pemeriksaan suhu, dan syarat cuci tangan dan masker selama acara berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *