Covid-19 yang terus meningkat, Sandi mengingatkan Indonesia untuk segera menghadapi resesi ekonomi

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Panitia Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno memprediksikan perekonomian Indonesia akan memasuki resesi.

Menurut Sandi, hal tersebut disebabkan penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) dan wabah penyakit virus corona 2019. – “Resesi ekonomi akan segera masuk ke Indonesia. Sandiaga Uno mengatakan:” Jika peningkatan kasus Covid-19 baru tidak dapat diatasi, ancaman resesi ekonomi akan diumumkan pada 5 Agustus. (Selasa, 2 Agustus 2020)).

Sandi menilai resesi ini terjadi karena perekonomian Indonesia mengalami penurunan dua triwulan berturut-turut yang berdampak pada produksi atau pasokan. Sangat bermasalah. Karena itu, akibat Covid-19, semua pemasok terganggu. Nantinya, kita akan lihat penurunan permintaan dan penurunan output, ”jelasnya.

“Jika output turun berarti akan terjadi pengurangan kegiatan produksi yang akan mengakibatkan hilangnya sebagian lapangan pekerjaan dan mata pencaharian. Saudara-saudara kita yang aktif di bidang produksi (termasuk sektor UMKM) menambahkan:“ Mantan Wakil DKI Jakarta Gubernur.

Baca: Korea Selatan Sedang Resesi, Perekonomian Korea Utara Tumbuh Positif – Mantan Presiden HIPMI menilai situasi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi parah pada kuartal kedua. Sandy mengatakan kontraksi mencapai minus 6%, lebih tinggi dari perkiraan pemerintah.

“Saya perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 berpotensi menyusut. Jika sektor konsumer tidak bisa pulih akibat penurunan daya beli masyarakat, bahkan bisa ditekan hingga minus 6%,” ujarnya. Pengusaha nasional kemudian menyarankan agar pemerintah mempercepat pelaksanaan Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna mengurangi dampak resesi, terutama realisasi anggaran kesehatan, bantuan sosial dan insentif bagi usaha kecil, menengah dan mikro.

Baca: Dengan banyak negara di dunia dalam resesi, ekonomi Korea Utara secara aktif berkembang – “Kami hampir dapat memastikan bahwa kami berada dalam resesi untuk tetap tenang dan menunggu situasi untuk sedikit tenang, sehingga kami dapat melewati Merespon inovasi, ia menyarankan agar usaha kecil dan menengah diberikan kesempatan untuk beradaptasi dengan digitalisasi dan memberikan kemudahan mobilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *