Pupuk Indonesia meningkatkan GCG melalui sertifikasi anti korupsi

TRIBUNNEWS.COM-Indonesia Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Salah satu caranya adalah dengan mensertifikasi SNI ISO 37001 Anti-Bribery Management System (SMAP): Di anak perusahaan yang sudah ada pada tahun 2016.

Sebagai perusahaan induk, PT Pupuk Indonesia (Persero) sendiri telah berubah dari Badan sertifikasi Indonesia PT American International Registration System (ASRICERT) memperoleh sertifikasi SMAP SNI ISO 37001: 2016 pada 28 Oktober 2019. Wijaya Laksana, Head of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero), mengatakan: “Saat ini, anak perusahaan kami telah memperoleh Ini bertujuan untuk disertifikasi oleh empat dari enam anak perusahaan yang telah disertifikasi oleh SMAP SNI ISO 37001: 2016 tahun ini. “-Empat perusahaan yang telah memperoleh sertifikasi sistem manajemen antikorupsi adalah PT Pupuk Kaltim, yang sertifikasinya dikeluarkan oleh British Standards Association PT Petroki mia Gresik Dikonfirmasi pada 16 Juni 2020 oleh PT America International Registration System pada 1 Juli 2020 (ASRICERT) Indonesia, PTV Nord Indonesia pada 15 Juli 2020 di PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, dan 2020 PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), yang telah disertifikasi oleh Sucofindo International Certification Institute pada 23 Juli 2015.

Dua anak perusahaan lainnya, PT Pupuk Kujang dan PT Rekayasa Industri, saat ini sedang menjalani proses sertifikasi, dan targetnya bisa selesai Agustus Pencapaian, sejauh ini berjalan sangat lancar, kata Wijaya. SNI ISO 37001: 2016. Isi surat tertanggal 17 Februari 2020 dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara No. S-17 / S.MBU / 02/2020.

Sertifikat ini diharapkan dapat membantu Pupuk Indonesia Group mencegah dan mengendalikan potensi penipuan. Topi mungkin saja terjadi. Dengan cara tersebut, perusahaan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tetap menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik atau prinsip-prinsip GCG. -Pupuk Indonesia sendiri senantiasa berkomitmen untuk menjalankan aktivitas bisnis dengan ketentuan manajemen risiko, pengendalian internal dan penerapan prinsip-prinsip GCG.

Selain korupsi anti sertifikasi, Pupuk Indonesia juga telah melaksanakan berbagai program manajemen risiko dan kepatuhan manajemen yang komprehensif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *