Penahanan dan kecerdasan buatan adalah cara untuk memperbaiki perusahaan yang terdaftar

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-BUMN harus segera direformasi ke arah yang lebih modern.

Sekarang adalah waktu untuk menjadikan perusahaan milik negara sebagai mesin baru perekonomian nasional. BUMN jangka pendek atau jangka panjang.

“Dari kebutuhan untuk perbaikan melalui kepemilikan, restrukturisasi, manajemen risiko, hingga modernisasi perusahaan publik menggunakan kecerdasan ekonomi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), Internet of Everything, big data (big data)) dan robotika,” Jakarta Marwan Jafar, anggota komite DPR VI, mengatakan di Jakarta pada hari Selasa.

Sebagai perbandingan, kita dapat menyelidiki kinerja global dari lembaga-lembaga Singapura “SOE” Malaysia melalui Khazanah atau Temasek. Lembaga-lembaga ini relatif mampu memanfaatkan dan mengoptimalkan berbagai kemajuan dalam sains dan teknologi di masa depan.

Dia ingat bahwa hanya dengan mengambil keuntungan dari banyak pengetahuan dan teknologi, potensi sumber daya alam dapat dimanfaatkan sepenuhnya, seperti energi, air dan makanan, dan sumber daya Nenis di India, sehingga perusahaan publik dapat menjadi mesin baru. Ekonomi nasional-pun berani bersaing secara global. Dengan kata lain, sudah saatnya bagi kita untuk menyingkirkan model bisnis konvensional, banyak jebakan teknis, dan sepenuhnya buatan. Ini berarti bahwa perusahaan publik selalu memiliki kewajiban nasionalis dan menguntungkan bagi rakyat, dan telah memberikan kontribusi besar untuk mengurangi ketidaksetaraan ekonomi, yaitu, kemiskinan dalam masyarakat masih cukup luas. — Masalah kemiskinan telah menjadi masalah global. Masalahnya mungkin tidak hanya mempengaruhi Indonesia. Membuktikan ini adalah pemenang Hadiah Nobel 2019 di bidang ekonomi, ekonom Amerika kelahiran India Abhijit Banerjee dan istri Prancis-Amerika Esther Duflo Dan karya ekonom Michael Kremer dianggap sebagai solusi untuk kemiskinan. Pemenang memperkenalkan metode baru untuk menemukan jawaban yang dapat diandalkan untuk cara terbaik untuk menyelesaikan masalah kemiskinan. Politisi PKB ini. (Willy Widianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *