Bank for International Settlements menyerukan alokasi dana stimulus ekonomi untuk “ ini-itu ”, ini tanggapan dewan

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bank Nasional Indonesia (TBRI) menyatakan penyaluran Dana Stimulus Perekonomian Nasional (PEN) awalnya disetujui oleh Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 2020 Masalah 11.

Direktur Pelaksana (Dirut) Bank BRI Sunarso mengatakan hal pertama yang harus dilakukan adalah mengembalikan tiga standar kredit utama, yaitu status pembayaran pilar tunggal, status keuangan dan prospek usaha yaitu status pembayaran. – “Selama pelanggan membayar, dua lainnya tidak bisa dilihat. Lalu, diklasifikasikan sebagai komoditas lancar,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Rabu (19/8/2020). Untuk pelanggan, ketiga, saat merumuskan setiap rencana restrukturisasi, tetapkan kriteria bagi pelanggan untuk memenuhi syarat kebijakan pelonggaran.

Baca: Semester I 2020, Bank BRI mengumumkan untung Rp 10,2 triliun-kemudian bank terus melakukan penyesuaian struktural hingga pemerintah pem mengeluarkan stimulus melalui Menteri Keuangan (PMK) 2020 Nomor 70 Kebijakan hingga menjadi PMK No. 104. — Sebenarnya, PMK sebenarnya menyuntikkan likuiditas modal (Himbara) ke Himpunan Bank Negara dengan volume transaksi Rp 30 triliun. -Membaca: Bisnis wealth management Bank for International Settlements di tengah pandemi-Sunarso menjelaskan bahwa 30 triliun rupee diinvestasikan di Himbara Bank dalam bentuk deposito dengan bunga 3,4%. Ia mengatakan: “Dalam tiga bulan, 3 kali 3 kali.” Pada saat yang sama, bank “One Belt One Road” telah mengalokasikan dana pada 7 Agustus 2020 sesuai target, dengan total Rp 30 triliun. Investasi pemerintah tiga kali lipat Rp 10 triliun. – “Kata Sunarso,” telah didistribusikan ke 716.815 pelanggan, dimana 44% adalah pelanggan baru, pelanggan baru, dan 56% pelanggan lama adalah sama. “- Dia juga bertanya kepada para ekonom tentang tudingan bahwa dana stimulus ekonomi ada di Amerika Serikat. Bentuknya kredit. Bank Himbara ri hanya tersedia untuk debitur“ sama ”. Tidak ada (buruk) karena tidak ada yang dilanggar. PMK 104 semula Untuk menunjukkan kredibilitas tidak ada aturan tentang siapa itu siapa, ”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *