Petani Mengeluh Kurangnya Pupuk di Pasar, Begini Penjelasan Pupuk BUMN

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Petani di banyak daerah mengeluhkan pupuk bersubsidi menghilang dari pasaran (pupuk bersubsidi langka). . -Menjelang musim tanam, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah mempersiapkan pasokan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani. Stok pupuk bersubsidi 1,78 juta ton, dan stok pupuk non subsidi 873.336 ton.

Bacaan: Pasar Kurang Bersubsidi, dan Petani Teriak

Bacaan: Pupuk Bersubsidi Langka, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Janjikan Mengisi Selama 1 Minggu

PT Pupuk Indonesia (Persero) Indonesia Wijaya Laksana Manajer komunikasi perusahaan menjelaskan bahwa jumlahnya dari baris pertama hingga baris keempat atau inventaris tingkat distributor. Pupuk PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja telah menyiapkan total 955.107 ton pupuk urea bersubsidi.

Inventarisasi berikut mencakup 411.891 ton NPK, 141.372 ton SP-36, 137.721 ton ZA, dan 141.426 ton bahan organik. Angka tersebut melebihi kebutuhan minimal 273.293 ton.

Selain itu, guna meramalkan kebutuhan petani yang kekurangan atau melanggar persyaratan distribusi, Grup Pupuk Indonesia juga bersiap menyiapkan total pupuk tak bersubsidi di kios resmi. 873.336 ton.

“Ada juga stok pupuk nonsubsidi dari lini depan hingga ke lapak resmi pupuk. Hal ini bertujuan untuk meramalkan permintaan yang belum terpenuhi, permintaan yang belum terpenuhi dan permintaan petani yang tidak terdaftar di UE. -RDKK,” kata Vijaya.- — Vijaya juga mengungkapkan bahwa dalam masa transisi pengajuan kartu petani, Pupuk Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin agar petani dapat dengan mudah membeli pupuk meski tidak memiliki kartu. Telah terdaftar di sistem e-RDKK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *