YLKI: Hukum persaingan dapat mempertimbangkan penjualan peralatan medis dengan harga yang tidak masuk akal

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti perusahaan yang menjual peralatan medis dengan harga yang tidak masuk akal selama epidemi Covid-19. Tekankan pelaku pasar yang menjual produk ke konsumen dengan harga yang tidak masuk akal. Argus mengatakan pada hari Selasa: “Pelaku bisnis yang mendapat untung dengan menaikkan harga yang tidak masuk akal akan terikat oleh ketentuan hukum tentang persaingan bisnis yang tidak adil, terutama dalam epidemi seperti ini.” (4/4/2020).

Baca: Potret Aburizal Bakrie ketika diundang bermain TikTok bersama Putri Nia Ramadhani

Baca: 7 nutrisi efektif untuk membantu orang berhenti merokok, dari lemon hingga ginseng

tetapi Argus berkata Perusahaan yang menjual dengan harga tinggi harus terlebih dahulu diselidiki oleh lembaga penegak hukum.Perusahaan ini mendapatkan barang dengan harga murah, tetapi menjual dengan harga tinggi atau bahkan mendapatkan harga tinggi. Argus mengatakan: “Oleh karena itu, ini harus dibuktikan terlebih dahulu sebelum dapat terjebak dalam hukum yang berlaku untuk pelaku bisnis yang menaikkan harga.” Argus juga menjawab tentang penjualan disinfektan di tangan kenaikan harga sejak saat itu masalah. wabah. Covid-19 sangat umum di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah harus berperan, yaitu perusahaan daerah (BUMD), untuk dapat membantu menstabilkan harga atau memberikan hand sanitizer.

“BUMD harus turun tangan untuk membantu.” Jika Anda membandingkannya dengan makanan, Anda dapat mengatakan bagaimana pasar bekerja, tetapi ini terkait dengan perangkat medis, “kata Agus.

A Gus juga mengatakan bahwa, seperti Jakarta, ada beberapa BUMD khusus untuk bidang peralatan medis atau bahan kimia yang dapat lebih membantu masyarakat atau staf medis. Siapa yang membutuhkannya. Menurut YLKI, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan Bukalapak tidak akan Menoleransi penipuan, penyalahgunaan, dan pelanggaran peralatan medis yang saat ini dibutuhkan masyarakat .— “” Kami telah menutup ribuan akun Pelapak dan menggunakan pandemi ini untuk mendapatkan pemasukan dengan menaikkan harga secara tidak tepat, “kata Rachmat. Tribunnews diberitahu pada Rabu (1/3/2020).

Tentu saja, ia menambahkan bahwa produk yang dijual oleh penjual membawa deskripsi yang tidak pantas dan menjual alat kesehatan.Kegagalan untuk mengikuti aturan pasti akan ditangani dengan ketat.

“Segala bentuk penipuan online, peralatan medis dan produk serta pemasok tes cepat telah menyebabkan kerusakan besar pada perusahaan T, jadi menurut hukum yang berlaku, kita harus mengambil tindakan,” kata Bpk. Rahmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *