UU Cipta Kerja dipandang sebagai solusi untuk mempercepat pengurangan pengangguran

Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pengamat ekonomi Santo Dewatmoko meyakini RUU Cipta Karya bisa menjadi solusi untuk mempercepat pengurangan pengangguran. Jika diadopsi, penciptaan lapangan kerja akan menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pengurangan pengangguran, “kata Santo Dewatmoco dalam webinar bertajuk” Matching Employment Opportunities Act: Expectations-Employment Solutions, “Kamis (23/7/2020) Pandemi Corona

Menurutnya, masih ada 7,05 juta penganggur, 2,24 juta pegawai baru, 8,14 juta pegawai setengah menganggur dan 28,41 juta pegawai paruh waktu.

Di saat yang sama, penciptaan tenaga kerja di tempat masih berkisar antara 2 hingga 2,5 juta per tahun. -Santo mengatakan, pandemi Covid-19 memperburuk angka pengangguran yang tinggi.

“Selama Covid 19, sebagian besar pengusaha memaksa karyawannya untuk Sikap santun, agar penganggur tidak menganggur, “kata Santo.

Menurutnya hal ini bisa menjadi bahan refleksi / kajian bagi pengusaha dan serikat pekerja agar bisa duduk bersama dan mencari titik temu. Agar RUU Cipta dapat segera diselesaikan bekerjasama dengan DPP dan pemerintah.

Selain itu, Santo juga menilai RUU Cipta Kerja dapat menjadi salah satu cara untuk memprediksi deviden demografi yang dialami Indonesia.

Baca : Politisi NasDem meminta Patrikaki untuk menyetujui RUU PKS sebagai potensi kendala-menurutnya dividen demografis ini bisa menjadi peluang atau ancaman .- “Lebih dari 68% penduduk Indonesia adalah usia kerja. Bagi masyarakat usia produksi ini, diperlukan persiapan agar bonus demografi tidak menjadi bencana demografi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *