Pemerintah membahas pembatalan tes cepat bagi penumpang pesawat

Laporan reporter Tribunnews.com Hari Darmawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang membahas persyaratan wajib untuk rapid testing dan PCR bagi calon penumpang pesawat. — Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, pihaknya sedang membahas kemungkinan pembatalan rapid test dan PCR bagi calon penumpang pesawat.

“Pembahasan ini sedang dilakukan dengan Satgas Covid-19 dan Satgas. Persyaratan tersebut dibatalkan,” kata Novie usai konfirmasi, Kamis (6/8/2020).

Namun Novie mengatakan hal tersebut masih dalam pembahasan, oleh karena itu satgas dan tugas Covid-19 sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yang berwenang.

Baca: Jakarta-Denpasar (Jakarta-Denpasar) menjadi rute penerbangan pilihan konsumen AirAsia- “Kalau kebijakan bisa diubah agar lebih mudah, penegak kami akan menerapkannya.”

Juga Ya, kata Novi, bukan itu masalahnya, ini kewenangan Kementerian Perhubungan, segala sesuatunya akan kami lakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang pesawat.

Baca: Lion Air Buka Layanan Rapid Test Covid-19 di Bali yang Hanya Dibanderol Rp 95.000. Sekarang harus menyertakan hasil tes cepat penerbangan dan tes PCR. Keamanan Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *