Menteri ESDM memotong subsidi listrik tahun depan

Reporter Tribunnews.com melaporkan, Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengusulkan pemotongan subsidi listrik RAPBN 2021. – Usulan tersebut telah disetujui oleh Panitia DPR RI RI pada tahun 2011 untuk mengadakan rapat tindak lanjut asumsi dasar makroekonomi sektor energi yang akan dilaksanakan pada Senin, 2021 (29/6/2020). Anggaran subsidi listrik ditetapkan sebesar Rp 50,47 miliar hingga Rp 54,55 miliar, lebih rendah dari APBN tahun ini. 54,79 triliun dollar Amerika.

Menurut Arifin, langkah pengurangan subsidi listrik untuk mendukung efisiensi Persero atau PLN dipastikan akan mengurangi subsidi listrik dan biaya suplai dasar pada tahun 2021. Kata Ariffin.

Ia menambahkan, angka ini berdasarkan asumsi nilai tukar dolar antara 13.700 rupee hingga 14.900 rupee, dan harga ICP 42 hingga 45 dolar per barel — “lanjutnya : “Untuk merealisasikan subsidi listrik pada tahun 2021, subsidi yang direkomendasikan dalam RAPBN adalah Rp 50,47 sampai 54,55 miliar de Rp.” Sejak 2017, harga listrik dalam negeri yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 1467 per kilowatt hour. Rencana stimulus pemerintah www.pln.co.id, permintaan token listrik PLN gratis diperpanjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *