Menteri Perhubungan: Pelabuhan Patimban Bisa Beroperasi Terbatas pada Minggu ke-3 November

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa tahap pertama Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat diharapkan selesai pada minggu ketiga tahun 2006. Jadi. November 2020. Pada Sabtu (31/10/2020), gunakan perahu nelayan untuk mengamati langsung lokasi.

“Ini adalah neraca terakhir sebelum kita mulus buka. Seharusnya, minggu ketiga November sudah selesai tahap pertama. Yang pertama konstruksi dan operasi terbatas,” kata Menhub. Budi Karya .

Pelabuhan ini juga akan menjadi salah satu pelabuhan yang diutamakan menggunakan teknologi dan sistem digital dalam pengoperasiannya.

Baca juga: Pemeriksaan Kapal Kelud, Menteri Perhubungan mewajibkan Prokotol Kesehatan untuk dikelola

Menteri Perhubungan telah menetapkan bahwa semua sistem akan terintegrasi secara digital dan dapat diakses secara real time, sehingga proses logistik akan lebih efisien dan tanpa akumulasi.

Pada tahap pertama, objek fisil ke-k harus disiapkan untuk pengoperasian dengan terminal peti kemas sepanjang 150 m, lapangan peti kemas 35 hektar (Ha), yang dapat menampung 250.000 EVP (dua puluh kaki unit ekuivalen), dan 300 m Terminal kendaraan dapat menampung 218.000 UBC. “Nanti akan urus bongkar muat mobil dan terminal mobil serta peti kemas,” kata Budi Karya. Argus mengatakan: “Saat ini kami sedang mempersiapkan jalur tersebut sehingga pada minggu ketiga November, fase pertama Port de Patimban akan beroperasi.” – Pengembangan wilayah Patimban juga harus mendorong ekonomi baru perkembangan dari. Roda di kawasan Rebana (Cirebon, Subang, Magalengka) saat ini ditopang oleh bandara dan penunjang lainnya. Keratati dan akses tol.Selain itu, pelabuhan juga akan mengintegrasikan Bekasi Timur, Karawang dan Purwakarta.

Patimban merupakan salah satu proyek strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di atas lahan 369 hektar. Di lahan tersebut, zona penjaminan mencapai 356 hektar, dan total biaya investasi mencapai Rp 43,2 triliun. – Anggaran pembangunan Patimban uti tahap pertama sebesar Rp14 triliun, dengan pinjaman dari APBN dan Japan International Cooperation Agency (JICA) – Pembangunan pelabuhan tahap selanjutnya akan selesai pada tahun 2023 dengan nilai investasi Rp 9,5 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *