Ekuitas negara dikatakan sebagai kunci penyelesaian Givaslaya

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pakar asuransi Irvan Rahardjo menilai, seharusnya tidak menjadi alasan pemerintah menunda reorganisasi PT Asuransi Jiwasraya. -Menurut dia, berhubung utang 52 triliun rupee itu masih berbunga setiap hari, penundaan ini akan membengkakkan beban perseroan.

“Sehingga (utang Jiwasraya) akan membengkak dengan sendirinya,” kata Irvan, Kamis (13/8/2020).

Selain itu, dia menjelaskan Kementerian Keuangan menyetujui penyertaan modal negara (PMN). Ada juga hambatan untuk meningkatkan kesehatan sektor keuangan negara. Ia mengatakan: “Jika lembaga yang dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati (Sri Mulyani Indrawati) itu memberikan kepastian kepada PMN, tentu akan menjadi katalisator untuk mendeskripsikan masalah Givaslaya. Katanya,” Kasus ini belum sempurna karena pemerintah sedang fokus pada Covid-19. Kasus ini terjadi jauh sebelum Covid-19. Seharusnya tidak ada alasan. Baca: Ungkap! Ketiga mantan pejabat Jiwasraya itu diberi kesempatan limosin dan jalan-jalan ke luar negeri-sebaliknya, dia berharap DPR bisa lebih tegas dan tegas di jalan agar pemerintah harus melakukan reorganisasi. Fokus pada industri asuransi semakin mengecil. Ia menyimpulkan: “Saya tegaskan untuk tidak menggunakan Covid-19 sebagai alasan untuk tidak segera menyelesaikan kasus Jiwasraya. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *