Anggaran infrastruktur untuk tahun 2021 sebesar Rp 417,8 triliun, berikut detail informasinya

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan menyatakan pemerintah telah mengalokasikan Rp 417,8 triliun untuk anggaran pembangunan infrastruktur pada 2021.

Kebijakan pembangunan infrastruktur 2021 adalah untuk pembangunan berkelanjutan pasca pandemi Covid-19 dengan memperkuat infrastruktur digital serta mendorong efisiensi dan konektivitas logistik. -Tujuan kebijakan infrastruktur adalah infrastruktur padat karya untuk mendukung pengembangan kawasan industri dan pariwisata, fasilitas kesehatan masyarakat, dan kebutuhan dasar seperti air, sanitasi, dan perumahan untuk mendukung penguatan sistem kesehatan nasional.

Lihat juga: Kementerian Keuangan membayar 1,152T untuk subsidi gaji guru non-PNS dari Kementerian Agama

“Anggaran infrastruktur 2021 juga bertujuan untuk menyelesaikan kegiatan prioritas yang menunggu. 2020 “, tulisnya pada Selasa (2020/11/17) melalui Kementerian Keuangan kemenkeu.go.id.

Sementara itu, target produksi strategis industri jasa dasar pada tahun 2021 adalah membangun 10.706 unit apartemen dan 53 unit bendungan untuk perumahan khusus, dimana 43 unit sedang dalam pembangunan dan 10 bendungan baru.

Kemudian, 1.643.844 rumah tangga dilayani oleh sanitasi dan persampahan, dan jaringan irigasi lebih dari 600 kilometer (lebih dari 3.900 kilometer telah dipulihkan) dan jaringan irigasi lahan sepanjang 100 kilometer dibangun.

Sementara itu, untuk konektivitas, akan dibangun jalan sepanjang 965,4 kilometer, jembatan 26,9 kilometer, jalur rel kereta api 446,56 kilometer (kilometer), dan bandara per lokasi 10 unit. Digunakan pada sektor energi dan ketenagalistrikan yaitu membangun jaringan gas bumi dengan total 120.776 Sambungan Rumah Tangga (SR), Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS) dan PLTS Cold Storage d’peak sebesar 11,8 megawatt (MWp). – “Untuk Teknologi Informasi (TI) berada di daerah kemiskinan, perbatasan dan terluar (3T) dan Palapa ring 40% di Indonesia bagian barat, 30% di tengah dan 30% di timur.” Pernyataan penutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *