Menteri Teten mengintegrasikan koperasi dari badan usaha yang bersaing

Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki melatih konsep kepemilikan koperasi agar koperasi tidak kalah dengan badan usaha. -Mengevaluasi keunggulan koperasi dibanding badan usaha, yaitu anggotanya adalah pemilik koperasi, dalam hal ini anggota perlu ikut serta dalam penyertaan modal dan mengambil keputusan.

Anggota juga pengguna barang / jasa, dan anggota koperasi harus menikmati fasilitas, jasa, barang dan jasa yang disediakan oleh koperasi.

Lihat juga: Teten Masduki: Jika UMKM tidak pulih maka pemulihan ekonomi negara tidak akan mungkin terjadi

“Padahal, anggota juga pengawas, dan anggota” harus ikut dalam pengawasan koperasi, “kata Teten di acara tersebut:” IMC online (Senin, 10 Desember 2020, partisipasi preferensial anggota koperasi dalam forum). Ia berkata: “Demokrasi adalah dasar untuk mengadopsi koperasi sehingga mereka dapat berbagi keuntungan secara adil berdasarkan partisipasi dan kontribusi mereka. “-Bagi Teten, koperasi merupakan salah satu lembaga ekonomi paling awal di Indonesia yang didirikan oleh pendiri. Negara yang bertujuan menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia.

Menurutnya, partisipasi anggota koperasi adalah dalam pengambilan keputusan. Penyertaan modal, pemanfaatan jasa dan partisipasi sangat penting. Pembelian atau penjualan barang atau jasa.

Baca juga: Menteri Taiten menghimbau realisasi rencana pemulihan ekonomi nasional sektor UMKM bisa mencapai 70%

“Lain Bentuk partisipasi ini adalah ikut serta dalam penguasaan organisasi koperasi dan operasional koperasi melalui proses kritik dan kritik, ”imbuh menteri koperasi.

Untuk itu, Teten berharap dapat terus meningkatkan partisipasi anggota koperasi .– –Hal ini dapat dilakukan.Hal ini dicapai dengan menumbuhkan kesadaran diri dan upaya anggota, direktur, manajer dan supervisor. Untuk mewujudkan tujuan bisnis bersama dari koperasi.

“Itu harus dipahami sebagai kebutuhan dan tujuan bersama, Kata menteri koperasi. Rencana bisnis dan proses pengambilan keputusan juga merupakan cara untuk meningkatkan partisipasi anggota koperasi. Selain itu, pengurus juga harus mengkomunikasikan seluruh rencana bisnis agar anggota dapat memahami, mengenali dan memikul tanggung jawab untuk mencapai tujuan bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *