Alasan BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap menyerahkan data 15,7 juta pekerja penerima subsidi upah

Reporter Tribunnews.com Vincentius Jyestha melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-BPJS Ketenagakerjaan tidak langsung menyerahkan data 15,7 juta pekerja penerima program bantuan subsidi upah ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Pada hari Rabu, BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Presiden BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, dalam rapat kerja bersama dengan Panitia IX DPR RI menyampaikan: “Kami menyampaikan dokumen ini secara bertahap dengan tujuan untuk menerapkannya dengan prinsip kehati-hatian.” Ruang Komite RI, Jakarta Senayan, Rabu (26/8/2020) .

Agus menjelaskan pekerjaan penyampaian data secara bertahap sudah selesai, sehingga memudahkan pihaknya untuk melakukan pengecekan ulang data dan memfasilitasi evaluasinya. Dia berkata: “Ini juga mempromosikan langkah selanjutnya dari verifikasi ulang, pemantauan atau evaluasi untuk membuat rencana itu praktis.”

Membaca: Komite Kesembilan bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja dan meminta penjelasan tentang rencana subsidi upah pekerja.

Dia mengatakan, jumlah pekerja yang seharusnya mendapat bantuan subsidi upah adalah 15,7 juta.

Namun sejauh ini, pihaknya baru berhasil mendapatkan data rekening 10,8 juta calon penerima manfaat.

Bacaan: Besok 600.000 macam bantuan akan diluncurkan dan langsung ditransfer ke rekening 2,5 juta pekerja setiap minggunya — Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan akan terus melakukan verifikasi berjenjang. Ini dilakukan agar satu orang hanya memiliki satu akun transfer di masa depan.

“Kami melakukan verifikasi multi-level lainnya, yaitu seseorang hanya memiliki satu akun. Rekening bank harus sama dengan nama pekerja. Dia menyimpulkan bahwa setelah menyisir dengan sisir bergigi rapat, kami mendapat” 10,8 juta “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *